Euro Jatuh, Rupiah Ditutup Hampir Tinggalkan Level Rp13.000/USD
Kamis, 10 Maret 2016 - 16:59 WIB
Euro Jatuh, Rupiah Ditutup Hampir Tinggalkan Level Rp13.000/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore hari ini semakin menguat sejak pembukaan tadi pagi, dan hampir meninggalkan level Rp13.000/USD. Penguatan rupiah hari ini di tengah terpuruknya euro terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.050/USD, dengan kisaran harian Rp13.050-Rp13.160/USD. Posisi tersebut menguat 119 poin dari posisi kemarin di level Rp13.169/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.052/USD. Posisi itu jauh membaik hingg 108 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.160/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.075/USD. Posisi ini jauh lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.169/USD atau melemah 94 poin.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.149/USD. Posisi ini memburuk dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.128/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, euro jatuh terhadap USD, mengantisipasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa. Harapan tinggi bahwa pembuat kebijakan ECB akan memberikan gebrakan untuk dapat menaikkan inflasi dan zona ekonomi euro keluar dari keterpurukan setelah delapan tahun mengalami pelemahan pertumbuhan.
Mata Uang euro terhadap USD turun 0,3% ke level 1,0977. Sementara terhadap yen, euro juga merosot 0,2% ke posisi 124,86. Mata Uang Selandia Baru terlihat pulih sekitar 0,2% dari posisi rendah sebelumnya.
"ECB akan mencoba memberikan lebih dari yang diharapkan pasar untuk mendapatkan efek nyata dari langkah-langkah ini. Itu berarti selain penurunan suku bunga yang tampak oleh pasar, kita akan mendapatkan sesuatu di sisi QE," kata Daniel Trum, ahli strategi mata uang UBS.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.050/USD, dengan kisaran harian Rp13.050-Rp13.160/USD. Posisi tersebut menguat 119 poin dari posisi kemarin di level Rp13.169/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.052/USD. Posisi itu jauh membaik hingg 108 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.160/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.075/USD. Posisi ini jauh lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.169/USD atau melemah 94 poin.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.149/USD. Posisi ini memburuk dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.128/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, euro jatuh terhadap USD, mengantisipasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa. Harapan tinggi bahwa pembuat kebijakan ECB akan memberikan gebrakan untuk dapat menaikkan inflasi dan zona ekonomi euro keluar dari keterpurukan setelah delapan tahun mengalami pelemahan pertumbuhan.
Mata Uang euro terhadap USD turun 0,3% ke level 1,0977. Sementara terhadap yen, euro juga merosot 0,2% ke posisi 124,86. Mata Uang Selandia Baru terlihat pulih sekitar 0,2% dari posisi rendah sebelumnya.
"ECB akan mencoba memberikan lebih dari yang diharapkan pasar untuk mendapatkan efek nyata dari langkah-langkah ini. Itu berarti selain penurunan suku bunga yang tampak oleh pasar, kita akan mendapatkan sesuatu di sisi QE," kata Daniel Trum, ahli strategi mata uang UBS.
(izz)