Bursa Asia dan IHSG Akhir Pekan Ditutup Menghijau
Jum'at, 11 Maret 2016 - 16:36 WIB
Bursa Asia dan IHSG Akhir Pekan Ditutup Menghijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan berhasil di zona hijau, meski pada pembukaan tadi dan sesi siang berada di jalur negatif. IHSG berakhir menguat 20,58 poin atau 0,43% ke level 4.813,78 di tengah menguatnya bursa saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 6,19 poin atau 0,13% ke level 4.787,02 dan pada sesi I IHSG melemah 4,61 poin atau 0,10% ke level 4.788,59. Sementara, pada perdagangan sebelumnya ditutup merosot 17,84 poin atau 0,37% ke level 4.793,20.
Seperti dilansir dari Reuters, bursa saham Asia berakhir menguat atau berada di jalur kenaikan mingguan dan mengurangi kerugian global yang catat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga.
"Sebagai hasil dari kekecewaan kemarin, pasar ekuitas Eropa juga bisa menyelesaikan sepekan ini lebih rendah untuk pertama kalinya sejak diposisi terendah pada 11 Februari. Meskipun, kita melihat adanya peluang lebih tinggi pagi ini sebagai akibat dari pasar AS menarik dari posisi terendah mereka," kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8%, siap untuk mendapatkan kenaikan hingga 0,8% selama pekan ini. Sementara, indeks sahan Australia berakhir naik 0,3%.
Sementara, pasar lain, yaitu Indeks Nikkei N225 naik 86,52 poin atau 0,51% ke level 16.938,87, Indeks Hang Seng meroket 212,97 poin atau 1,07% ke level 20.197,39, Indeks Shanghai naik 5,58 poin atau 0,20% ke level 2.810,31, dan Indeks Strait Times bertambah 19,79 poin atau 0,70% ke level 2.828,91.
Sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor perkebunan yang naik 3,16% disusul sektor aneka industri yang turun 1,78%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah konsumer turun 2,01% disusul sektor infrastruktur melemah 1,77%.
Sementara, sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan terbesar adalah sektor aneka industri yang menguat 1,45%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor pertambangan yang turun 0,41%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,03 triliun dengan 4,73 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp26,78 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,73 triliun dan aksi beli Rp2,71 triliun. Tercatat 153 saham menguat, 152 saham melemah dan 93 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp500 menjadi Rp7.000, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp300 menjadi Rp29.800, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp125 menjadi Rp7.050.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp575 menjadi Rp65.000, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp125 menjadi Rp6.500, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp100 menjadi Rp7.900.
Baca:
ECB Turunkan Suku Bunga, IHSG dan Bursa Asia Loyo
IHSG Sesi I Masih Lesu, Rupiah Terus Menanjak ke Rp13.050/USD
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 6,19 poin atau 0,13% ke level 4.787,02 dan pada sesi I IHSG melemah 4,61 poin atau 0,10% ke level 4.788,59. Sementara, pada perdagangan sebelumnya ditutup merosot 17,84 poin atau 0,37% ke level 4.793,20.
Seperti dilansir dari Reuters, bursa saham Asia berakhir menguat atau berada di jalur kenaikan mingguan dan mengurangi kerugian global yang catat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga.
"Sebagai hasil dari kekecewaan kemarin, pasar ekuitas Eropa juga bisa menyelesaikan sepekan ini lebih rendah untuk pertama kalinya sejak diposisi terendah pada 11 Februari. Meskipun, kita melihat adanya peluang lebih tinggi pagi ini sebagai akibat dari pasar AS menarik dari posisi terendah mereka," kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8%, siap untuk mendapatkan kenaikan hingga 0,8% selama pekan ini. Sementara, indeks sahan Australia berakhir naik 0,3%.
Sementara, pasar lain, yaitu Indeks Nikkei N225 naik 86,52 poin atau 0,51% ke level 16.938,87, Indeks Hang Seng meroket 212,97 poin atau 1,07% ke level 20.197,39, Indeks Shanghai naik 5,58 poin atau 0,20% ke level 2.810,31, dan Indeks Strait Times bertambah 19,79 poin atau 0,70% ke level 2.828,91.
Sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor perkebunan yang naik 3,16% disusul sektor aneka industri yang turun 1,78%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah konsumer turun 2,01% disusul sektor infrastruktur melemah 1,77%.
Sementara, sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan terbesar adalah sektor aneka industri yang menguat 1,45%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor pertambangan yang turun 0,41%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,03 triliun dengan 4,73 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp26,78 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,73 triliun dan aksi beli Rp2,71 triliun. Tercatat 153 saham menguat, 152 saham melemah dan 93 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp500 menjadi Rp7.000, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp300 menjadi Rp29.800, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp125 menjadi Rp7.050.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp575 menjadi Rp65.000, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp125 menjadi Rp6.500, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp100 menjadi Rp7.900.
Baca:
ECB Turunkan Suku Bunga, IHSG dan Bursa Asia Loyo
IHSG Sesi I Masih Lesu, Rupiah Terus Menanjak ke Rp13.050/USD
(izz)
Lihat Juga :