Rupiah Sore Ini Masih Sulit Tembus Level Rp12.000/USD
Jum'at, 11 Maret 2016 - 17:14 WIB
Rupiah Sore Ini Masih Sulit Tembus Level Rp12.000/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore hari ini memang menguat dibanding pembukaan tadi pagi, namun masih terlalu lemah jika dibanding penutupan kemarin. Sementara, posisi euro hari ini terlihat melemah terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.040/USD, dengan kisaran harian Rp13.040-Rp13.143/USD. Posisi tersebut menguat 10 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.050/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.045/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.075/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.087/USD. Posisi ini menguat dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.149/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.074/USD. Posisi itu masih tercatat melemah jika dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.052/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, euro akhirnya merosot setelah adanya serangkaian mengejutkan atas pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin yang berakhir dengan kenaikan terbesar dalam satu bulan.
Bank mengambil serangkaian langkah pelonggaran termasuk ekspansi dalam pembelian aset. Namun, komentar Presiden ECB Mario Draghi yang mengharapkan bank tidak harus menurunkan suku bunga membuat kekhawatiran para pejabat di Eropa dan Jepang kehabisan cara yang dapat digunakan untuk melemahkan mata uang mereka dan meningkatkan inflasi.
Setelah melonjak lebih dari USD1,12 kemarin, euro terhadap akhirnya mereda setengah persen menjadi 1,1118 pada awal perdagangan di Eropa. USD terhadap yen juga tercatat naik 0,5% ke posisi 113,74, setelah merosot ke level 112,75 di waktu Asia.
"Beberapa bulan lalu, jika langkah-langkah tersebut dilakukan maka Anda akan berpikir euro akan jatuh 3%. Ke depan, ini tidak mengambil risiko positif, dan mungkin euro mendukung tetapi kita perlu melihat aksi beberapa hari ke depan," kata Gian Marco Salvioli, kepala penjualan FX di Italia Intesa Sanpaolo Banca IMI.
(Baca: Jokowi Klaim Rupiah Perkasa Berkat Keampuhan Paket Ekonomi)
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.040/USD, dengan kisaran harian Rp13.040-Rp13.143/USD. Posisi tersebut menguat 10 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.050/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.045/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.075/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.087/USD. Posisi ini menguat dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.149/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.074/USD. Posisi itu masih tercatat melemah jika dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.052/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, euro akhirnya merosot setelah adanya serangkaian mengejutkan atas pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin yang berakhir dengan kenaikan terbesar dalam satu bulan.
Bank mengambil serangkaian langkah pelonggaran termasuk ekspansi dalam pembelian aset. Namun, komentar Presiden ECB Mario Draghi yang mengharapkan bank tidak harus menurunkan suku bunga membuat kekhawatiran para pejabat di Eropa dan Jepang kehabisan cara yang dapat digunakan untuk melemahkan mata uang mereka dan meningkatkan inflasi.
Setelah melonjak lebih dari USD1,12 kemarin, euro terhadap akhirnya mereda setengah persen menjadi 1,1118 pada awal perdagangan di Eropa. USD terhadap yen juga tercatat naik 0,5% ke posisi 113,74, setelah merosot ke level 112,75 di waktu Asia.
"Beberapa bulan lalu, jika langkah-langkah tersebut dilakukan maka Anda akan berpikir euro akan jatuh 3%. Ke depan, ini tidak mengambil risiko positif, dan mungkin euro mendukung tetapi kita perlu melihat aksi beberapa hari ke depan," kata Gian Marco Salvioli, kepala penjualan FX di Italia Intesa Sanpaolo Banca IMI.
(Baca: Jokowi Klaim Rupiah Perkasa Berkat Keampuhan Paket Ekonomi)
(izz)