Perusahaan Rata-rata Buang Pendapatan 5%

Sabtu, 12 Maret 2016 - 06:12 WIB
Perusahaan Rata-rata...
Perusahaan Rata-rata Buang Pendapatan 5%
A A A
BERDASARKAN penelitian Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) setiap tahun perusahaan global membuang pendapatan rata-rata 5%. Umumnya kerugian tersebut disebabkan proyek-proyek yang tertunda.

Sebanyak 75% mengakui telah menghabiskan biaya untuk hal ini. Diikuti sistem dan proses yang tidak efisien (74%) serta proyek-proyek yang sudah dimulai namun di tengah jalan dibatalkan (55%).

CIMA melakukan survei terhadap lebih dari 2.000 profesional di bidang keuangan. Di mana setengahnya (50%) mengakui perusahaan tidak memiliki strategi untuk mendorong daya saing biaya. Sementara sepertiga (33%) dari responden mengklaim hanya ada sedikit atau tidak ada mandat sama sekali di perusahaan mereka yang dapat menekan biaya saat pengambilan keputusan sehari-hari.

Terbukti bahwa terdapat kesenjangan antara ekspektasi dan kenyataan. Sebanyak 80% responden yakin bahwa mempromosikan budaya sadar akan biaya merupakan tanggung jawab tim eksekutif. Namun kenyataannya sangatlah kontras, hasil penelitian menunjukkan hanya satu dari empat perusahaan (25%) yang memiliki anggota dewan bertugas menjaga daya saing biaya.

"Dengan tidak adanya budaya sadar akan biaya merupakan ancaman terhadap daya saing, kita bisa menjadi seinovatif atau sekreatif yang kita inginkan. Namun, jika biaya produk dan layanan kita terlalu besar, kita tidak dapat memaksimalkan profit kita, dan kita berisiko kalah bersaing dari kompetitor yang lebih murah," ujar Kepala Riset Manajemen Performa CIMA, Peter Spence, dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews.

"Tapi, biaya tidak selalu tentang murah. Ini juga tentang menanamkan budaya sadar akan biaya, sehingga setiap keputusan di setiap tingkatan, berfokus pada pengembalian investasi (return on investment)," imbuhnya.

Dia menyebutkan, melihat kurangnya dorongan dalam perusahaan untuk mengubah kebiasaan buruk, sepertiga (32%) responden mengklaim bahwa insentif karyawan tidak dirancang dengan baik untuk mendorong kontrol biaya. Di mana seperempatnya (25%) yakin bahwa strategi pengendalian biaya tidaklah efektif. Sebanyak 36% menyatakan bahwa teknologi dan data analisis tidak digunakan dengan baik dalam perusahaan mereka.

"Penyeimbangan tujuan jangka pendek dan jangka panjang membutuhkan keterlibatan akuntan manajemen, yang memiliki pemahaman mendalam mengenai faktor pendorong biaya, risiko dan nilai di seluruh rantai nilai perusahaan. Anggota CIMA sangat relevan dalam memastikan keberhasilan yang berkelanjutan di dunia bisnis yang selalu mengalami perubahan seperti saat ini. Di mana tidak ada kepastian di setiap sisinya," tandas Peter Spence.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Kinerja Awal Tahun Mulus,...
Kinerja Awal Tahun Mulus, BFI Finance Perketat Pembiayaan Automotif
Restrukturisasi Pinjaman...
Restrukturisasi Pinjaman Nasabah, Laba Bersih WOM Finance Tetap Naik
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berita Terkini
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
34 menit yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
1 jam yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
2 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
2 jam yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
2 jam yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved