Penyitaan Aset Rusia Bikin RI dan Arab Saudi Khawatir, Ini Alasannya

Sabtu, 04 Mei 2024 - 07:37 WIB
loading...
Penyitaan Aset Rusia...
Rencana penyitaan aset Rusia yang dibekukan menimbulkan kekhawatiran negara-negara lain, termasuk Indonesia. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Isu penyitaan dan penggunaan aset-aset Rusia yang dibekukan oleh Barat setelah pecahnya konflik Rusia-Ukraina menjadi pembahasan pada pertemuan para menteri keuangan G20 di Brasil, baru-baru ini. Para delegasi disebut dicekam rasa tidak nyaman atas potensi penyitaan tersebut.

Penyitaan aset Rusia yang dibekukan dinilai bisa menjadi preseden berbahaya dalam hukum internasional. Mengutip Financial Times, Sabtu (4/5/2024), dua menteri – Mohammed al-Jadaan dari Arab Saudi dan Sri Mulyani Indrawati dari Indonesia – termasuk di antara mereka yang sangat khawatir dengan gagasan tersebut.

Para pendukung gagasan itu, yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), menilai ratusan miliar euro aset bank sentral Rusia yang dibekukan harus dimobilisasi untuk membantu mendanai Ukraina. Tindakan itu akan memberikan dorongan finansial yang berpotensi mengubah perang menjadi menguntungkan Kiev.

Namun, bagi para penentang gagasan tersebut, tindakan itu berisiko menjadi preseden berbahaya dalam hukum internasional – yang tidak hanya membahayakan kepentingan negara mana pun yang terpecah belah, namun juga tatanan hukum internasional itu sendiri.

Topik ini memecah kelompok negara-negara maju tersebut, di mana Pemerintahan Biden mendukung seruan penyitaan, begitu pula Kanada dan beberapa anggota pemerintah Inggris, terutama Menteri Luar Negeri Inggris, Lord David Cameron. Sementara itu, Jepang, Perancis, Jerman, Italia – dan UE sendiri – tetap sangat berhati-hati, sehingga mengakibatkan kebuntuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Rekomendasi
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved