Industri Kaleng Nasional Butuh Dukungan Pemerintah di MEA

Sabtu, 12 Maret 2016 - 01:47 WIB
Industri Kaleng Nasional...
Industri Kaleng Nasional Butuh Dukungan Pemerintah di MEA
A A A
JAKARTA - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) perlu diantisipasi dengan peningkatan daya saing industri. Salah satu yang mengalami ancaman adalah industri kaleng nasional yang memiliki tenaga kerja 15.000 orang.

Pelaku Industri ini mengeluhkan impor produk kaleng dari Thailand dan Filipina yang lebih efisien hingga 20% dibandingkan Indonesia akibat antidumping.

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan, pihaknya akan mengkoordinasikan keluhan industri kaleng nasional yang membutuhkan dukungan pemerintah. Menurutnya, tenaga kerja di sektor ini membutuhkan perlindungan.

“Kuncinya daya saing ditingkatkan. Daya saing semua bidang baik makro industri ataupun tenaga kerja. Tenaga kerja lama juga harus ditingkatkan skill-nya sehingga semakin kompetitif. Kami akan perkuat dengan sertifikasi tenaga kerja sehingga mereka semakin memiliki daya tawar tinggi,” ujarnya, dalam diskusi di GP Ansor di Jakarta, Jumat (11/3/2016).

Senior Advisor Ancol Terang Group dan ex Managing Director Pepsi Indonesia, Sedyana Pradjasentosa mengatakan, pihaknya harus bersaing dengan produk asing secara tidak adil dan mengancam keberlangsungan industri beserta tenaga kerjanya.

“Dengan adanya bea masuk dan antidumping pemerintah membiarkan kami bersaing dengan tangan terikat. Jangan sampai kita diserang produk impor tanpa dukungan yang memadai. Ini sangat berisiko untuk pelaku beserta tenaga kerja yang sangat berpengalaman,” katanya.

Menurut Sedyana, sektor industri nasional pengolahan kaleng sudah terkena beban karena bahan baku yang impor. Sehingga produk kaleng negara lain bisa lebih murah. “Ada perbedaan perlakuan sehingga barang jadi masuk namun kita tetap lebih mahal. Selisihnya bisa 20% dibandingkan produk jadi negara lain,” jelasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tinjau SMK Negeri 2...
Tinjau SMK Negeri 2 Palembang, Ini Kesan Presiden Jokowi
Upaya Mencegah PHK Massal...
Upaya Mencegah PHK Massal di Sektor Industri
Produktivitas Sektor...
Produktivitas Sektor Industri
Indeks Manufaktur Meningkat,...
Indeks Manufaktur Meningkat, Sri Mulyani Sebut Lebih Baik dari Thailand dan Malaysia
Perdana Sejak Februari,...
Perdana Sejak Februari, Ekspansif Bisnis Perusahaan Manufaktur Bergerak Cepat
Forklift Unggulan Trakindo...
Forklift Unggulan Trakindo Genjot Produktivitas di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved