KKP Ledakkan Kapal Raksasa di Tanah Kelahiran Menteri Susi
Senin, 14 Maret 2016 - 13:21 WIB
KKP Ledakkan Kapal Raksasa di Tanah Kelahiran Menteri Susi
A
A
A
PANGANDARAN - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Tim Satuan Tugas (Satgas) Illegal Fishing 115 dan TNI Angkatan Laut (AL) hari ini meledakkan kapal eks asing Forest Victor (FV) Viking. Kapal bermuatan 1.300 grosston (GT) tersebut diledakkan di tanah kelahiran Menteri Susi di Perairan Tanjung Batu Mandi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kapal tersebut menjadi kapal dengan ukuran paling besar yang pernah diledakkan ataupun ditenggelamkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta TNI AL. Menurutnya, peledakkan kapal ini menjadi pelajaran bahwa ketegasan sangat diperlukan dalam menjaga laut dan bangsa Indonesia.
"Hari ini kita ingin kapal ini tinggal di sana, menjadi pelajaran bahwa ketegasan diperlukan dalam menjaga laut, menjaga bangsa kita. Laut kita akan jadi masa depan bangsa kita," katanya di lokasi peledakan Kapal FV Viking, Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/3/2016).
Kapal yang diduga memasuki perairan Indonesia dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal unreported unregulated fishing/IUU Fishing) ini diledakkan pada pukul 12.15 WIB. Peledakkan dikomandoi langsung oleh Menteri Susi selaku Komandan Satgas 115 IUU Fishing.
"Saya akan berikan komando laporkan kesiapan. Kakap di sini paus, laksanakan peledakan dengan hitungan mundur. Ledakkan. Kakap di sini paus bravo. Laut masa depan bangsa," tegas Susi.
Sekadar informasi, penangkapan FV Viking merupakan hasil kerja sama dengan ILO IFC Singapura perihal kapal FV Viking berbendera Nigeria yang menjadi target operasi interpol Norwegia telah memasuki perairan Indonesia.
Untuk modus kapal tersebut diduga melanggar hukum nasional dan peraturan serta konvensi internasional dan terlibat dalam penipuan yang berhubungan dengan kejahatan perikanan.
Target terdeksi berada di 12,5 mili laut Perairan Utara Berakit, Kepulauan Riau, akhirnya kapal tersebut ditangkap KRI Sultan Thaha Saifuding-376 di perairan utara Berakit.
Selanjutnya, Tim WFQR (Western Fleet Quick Response( IV Koarmabar bekerja sama dengan Wing Udara 2 Tanjung Pinang menemukan kapal asing tersebut.
Berikut hasil identifikasi FV Viking.
Nama: FV Viking
Asal: Nigeria
Crew: Terdapat 11 awak kapal yang terdiri dari 6 WNI, 1 WNA Chili, 1 WNA Argentina, 1 WNA Myanmar dan 2 WNA Peru.
Jenias kapal: Kapal ikan, alat tangkap jaring pasif, area tangkap atlantic selatan.
Muatan: Nihil
Dugaan pelanggaran: memasuki perairan Indonesia tanpa izin dan berganti-ganti nama atau identitas serta menjadi target operasi Interpol.
Baca:
Menteri Susi Siap Tenggelamkan Kapal Raksasa Milik Asing
Ditenggelamkan, Kapal Nigeria Jadi Monumen di Pangandaran
Ini Wujud Kapal Raksasa Siap Ditenggelamkan Menteri Susi)
Kapal tersebut menjadi kapal dengan ukuran paling besar yang pernah diledakkan ataupun ditenggelamkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta TNI AL. Menurutnya, peledakkan kapal ini menjadi pelajaran bahwa ketegasan sangat diperlukan dalam menjaga laut dan bangsa Indonesia.
"Hari ini kita ingin kapal ini tinggal di sana, menjadi pelajaran bahwa ketegasan diperlukan dalam menjaga laut, menjaga bangsa kita. Laut kita akan jadi masa depan bangsa kita," katanya di lokasi peledakan Kapal FV Viking, Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/3/2016).
Kapal yang diduga memasuki perairan Indonesia dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal unreported unregulated fishing/IUU Fishing) ini diledakkan pada pukul 12.15 WIB. Peledakkan dikomandoi langsung oleh Menteri Susi selaku Komandan Satgas 115 IUU Fishing.
"Saya akan berikan komando laporkan kesiapan. Kakap di sini paus, laksanakan peledakan dengan hitungan mundur. Ledakkan. Kakap di sini paus bravo. Laut masa depan bangsa," tegas Susi.
Sekadar informasi, penangkapan FV Viking merupakan hasil kerja sama dengan ILO IFC Singapura perihal kapal FV Viking berbendera Nigeria yang menjadi target operasi interpol Norwegia telah memasuki perairan Indonesia.
Untuk modus kapal tersebut diduga melanggar hukum nasional dan peraturan serta konvensi internasional dan terlibat dalam penipuan yang berhubungan dengan kejahatan perikanan.
Target terdeksi berada di 12,5 mili laut Perairan Utara Berakit, Kepulauan Riau, akhirnya kapal tersebut ditangkap KRI Sultan Thaha Saifuding-376 di perairan utara Berakit.
Selanjutnya, Tim WFQR (Western Fleet Quick Response( IV Koarmabar bekerja sama dengan Wing Udara 2 Tanjung Pinang menemukan kapal asing tersebut.
Berikut hasil identifikasi FV Viking.
Nama: FV Viking
Asal: Nigeria
Crew: Terdapat 11 awak kapal yang terdiri dari 6 WNI, 1 WNA Chili, 1 WNA Argentina, 1 WNA Myanmar dan 2 WNA Peru.
Jenias kapal: Kapal ikan, alat tangkap jaring pasif, area tangkap atlantic selatan.
Muatan: Nihil
Dugaan pelanggaran: memasuki perairan Indonesia tanpa izin dan berganti-ganti nama atau identitas serta menjadi target operasi Interpol.
Baca:
Menteri Susi Siap Tenggelamkan Kapal Raksasa Milik Asing
Ditenggelamkan, Kapal Nigeria Jadi Monumen di Pangandaran
Ini Wujud Kapal Raksasa Siap Ditenggelamkan Menteri Susi)
(izz)
Lihat Juga :