Tingkat Kemudahan Investasi RI Bisa Rangking 40 Dunia

Rabu, 16 Maret 2016 - 13:53 WIB
Tingkat Kemudahan Investasi...
Tingkat Kemudahan Investasi RI Bisa Rangking 40 Dunia
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam menerapkan perizinan untuk investasi menjadi satu lembar kertas.

Menurutnya, hal ini bisa membawa Indonesia berada di peringkat 40-an dalam kemudahan berinvestasi, dari posisi saat ini di peringkat 109 dari 189 negara. Namun, pemerintah harus melakukan cut down untuk perizinan yang bisa dijadikan satu agar tidak terjadi tumpang tindih atau sistem permintaan perizinan yang double.

Baca: Jokowi Hapus Lima Izin Penghambat Kemudahan Investasi

"Pemerintah harus menjadikan satu perizinan dengan meng-cut down perizinan yang tidak terlalu penting. Saya rasa bisa dilakukan dan setidaknya Indonesia bisa berada di ranking 40 dalam kemudahan berusaha jika itu dilakukan. Harus ada breakthrought setidaknya untuk perizinan, supaya easy of doing bussines kita lebih baik," kata Shinta kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Pemerintah, kata dia, harus melihat dari tujuan perizinan yang dibuat. Untuk sesuatu yang tidak memerlukan izin, sebaiknya jangan dijadikan izin. Maka, hal pertama yang harus dilakukan pemerintah melakukan maping perizinan.

"Di-maping, diidentifikasi dulu. Mana perizinan yang perlu, mana yang enggak. Mana yang bisa dijadikan satu, mana yang bisa di cut down. Mereka (Pemerintah) harus mengerti dulu, tujuannya kemana. Misalnya dalam kaitan ini kita lets say ngomongin TDP dan SIUP. Ini sebenarnya, fungsinya hampir sama, buat apa dibeda-bedain? Jadikan satu saja supaya bisa beroperasi dua-duanya. cukup kan?" tuturnya.

Shinta juga mengingatlan komitmen pemerintah untuk fokus pada langkah kebijakan easy of doing bussines, agar ketentuannya bisa cepat selesai dan segera bisa direalisasikan.

"Dalam hal ini tentunya kita tinggal menunggu komitmen pemerintah untuk melihat, oke ini kita bisa cut, kita jadiin satu. Jadi, itu juga menguntungkan untuk pengusaha. Kalau itu semua bisa dilakukan dalam waktu dekat, ya bisa secepatnya direalisasikan," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkapkan rasa kecewa dan malu lantaran Indonesia masih di posisi paling belakang dalam iklim kemudahan berusaha dan berinvestasi (ease of doing business). Jokowi tak mau lagi hal tersebut terjadi, sehingga dia menginginkan agar sejumlah perizinan dapat dilebur menjadi satu kertas.

Menurutnya, tahun ini saja Indonesia masih berada pada peringkat 109 dari 189 negara yang disurvei dalam rangka kemudahan berusaha di negaranya. Sementara, negara lain seperti Singapura berada pada posisi 1, Malaysia 18, Thailand 49, Brunei Darussalam 84, Vietnam 90, dan Filipina 103.

"‎Untuk itu saya kira perlu segera dilakukan langkah-langkah perbaikan, langkah pembenahan menyeluruh dari seluruh aspek perizinan, baik yang berkaitan dengan pendirian bangunan, izin lingkungan, izin gangguan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved