USD Defensif, Rupiah Awal Pekan Dibuka Terpeleset
Senin, 21 Maret 2016 - 10:14 WIB
USD Defensif, Rupiah Awal Pekan Dibuka Terpeleset
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini dibuka melemah bahkan terus bergerak melemah. Pelemahan rupiah hari ini di tengah defensifnya USD terhadap beberapa mata uang.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.160/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.048/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka menguat atau berada di level Rp13.165/USD dengan kisaran Rp13.117-Rp13.180/USD atau melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.116/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak melemah ke level Rp13.180/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp13.159/USD. Posisi ini terlihat melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.105/USD.
Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka menguat di level Rp13.098/USD dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.100/USD. Namun, rupiah terus bergerak melemah dan pada pukul 10.00 WIB rupiah melemah ke level Rp13.160/USD.
Dilansir dari Reuters, USD terlihat defensif setelah sebelumnya sempat memperpanjang penuruann untuk pekan ketiga yang disebabkana danya sinyal dovish dari Federal Reserve (The Fed).
Investor juga memberi poundsterling tempat yang lebih luas setelah Perdana Menteri Inggris David Cameron terpaksa merombak kabinet baru-baru ini menyusul adanya pengunduran diri yang cukup mengejutkan dari seorang menteri senior dan pound terhadap USD berada di level 1,4430.
Indeks USD sedikit berubah di level 95,063, atau tidak jauh dari posisi rendah akhir pekan kemarin yang berada di level 94,578. Sementara, greenback terhadap yen berada di level 111,51 dan euro terhadap USD berada di level 1,1271.
USD terpukul cukup keras pada pekan lalu setelah The Fed mempertahankan suku bunga stabil. Di mana Ketua The Fed Janet Yellen terlihat ragu-ragu bahwa inflasi AS akan dipertahankan, dan menyarankan bank sentral tidak terburu-buru untuk mengetatkan kebijakan.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.160/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.048/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka menguat atau berada di level Rp13.165/USD dengan kisaran Rp13.117-Rp13.180/USD atau melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.116/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak melemah ke level Rp13.180/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp13.159/USD. Posisi ini terlihat melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.105/USD.
Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka menguat di level Rp13.098/USD dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.100/USD. Namun, rupiah terus bergerak melemah dan pada pukul 10.00 WIB rupiah melemah ke level Rp13.160/USD.
Dilansir dari Reuters, USD terlihat defensif setelah sebelumnya sempat memperpanjang penuruann untuk pekan ketiga yang disebabkana danya sinyal dovish dari Federal Reserve (The Fed).
Investor juga memberi poundsterling tempat yang lebih luas setelah Perdana Menteri Inggris David Cameron terpaksa merombak kabinet baru-baru ini menyusul adanya pengunduran diri yang cukup mengejutkan dari seorang menteri senior dan pound terhadap USD berada di level 1,4430.
Indeks USD sedikit berubah di level 95,063, atau tidak jauh dari posisi rendah akhir pekan kemarin yang berada di level 94,578. Sementara, greenback terhadap yen berada di level 111,51 dan euro terhadap USD berada di level 1,1271.
USD terpukul cukup keras pada pekan lalu setelah The Fed mempertahankan suku bunga stabil. Di mana Ketua The Fed Janet Yellen terlihat ragu-ragu bahwa inflasi AS akan dipertahankan, dan menyarankan bank sentral tidak terburu-buru untuk mengetatkan kebijakan.
(izz)