Pemerintah Diimbau Segera Ajukan APBNP 2016

Senin, 21 Maret 2016 - 13:48 WIB
Pemerintah Diimbau Segera...
Pemerintah Diimbau Segera Ajukan APBNP 2016
A A A
JAKARTA - Kepala ekonom PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Anggito Abimanyu mengimbau pemerintah agar segera mengajukan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 kepada DPR RI. Pasalnya, saat ini kondisi perekonomian di Tanah Air berubah dan penerimaan negara diprediksi sulit mencapai target yang dicanangkan.

Dia mengatakan, pengajuan APBNP 2016 kepada parlemen tidak perlu menunggu Rancangan Undang-Undang (RUU) tax amnesty disahkan. Sebab, dengan anggaran yang sekarang penerimaan negara akan sulit tercapai.

"Saya setuju dan harus segera (APBNP diajukan) dan tidak perlu menunggu UU tax amnesty karena APBN sekarang sulit untuk dicapai dari sisi penerimaan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3/2016).

Dia mengatakan, kondisi perekonomian di Indonesia saat ini telah berubah. Mulai dari harga minyak dunia yang fluktuatif, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang menguat, serta tingkat suku bunga yang terus diturunkan.

Hal tersebut tentu akan mengubah berbagai asumsi yang telah diajukan dalam APBN 2016. "Belum lagi daya beli terus lagi pertumbuhan ekonomi dikoreksi. Jadi, asumsi makro sudah berubah dan regulasi berubah," imbuhnya.

Menurutnya, dalam APBNP 2016 pemerintah perlu menurunkan target pendapatan negara meskipun sebagai konsekuensinya belanja pemerintah pun juga harus dikoreksi. "Jadi, lebih cepat lebih baik, supaya proyek belum ditenderkan semua. Saya usulkan besok," tandasnya.

Sekadar informasi, berikut asumsi makro dalam APBN 2016:

Pertumbuhan ekonomi: 5,3%
Inflasi: 4,7%
Nilai tukar rupiah: Rp13.900 per USD
Suku bunga SBN 3 bulan: 5,5%
Harga minyak/ICP: USD50 per barel
Produksi minyak 830 barel per hari
Produksi gas bumi 1.155 ribu barel per hari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
18 menit yang lalu
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
55 menit yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
1 jam yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
1 jam yang lalu
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
1 jam yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
1 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved