Yen Menguat, Rupiah Sore Ini Makin Terkapar
Selasa, 22 Maret 2016 - 16:59 WIB
Yen Menguat, Rupiah Sore Ini Makin Terkapar
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir tepar di tengah menguatnya yen dan Swiss Franc terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.190/USD, dengan kisaran harian Rp13.120-Rp13.200/USD. Posisi tersebut terlihat melemah 35 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.155/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.195/USD. Posisi ini berkurang 37 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.158/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.184/USD dengan kisaran harian Rp13.128-Rp13.224/USD. Posisi itu semakin melemah 33 poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.151/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.175/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.160/USD.
Seperti dikutip dari CNBC, yen dan Swiss Franc terhadap USD naik, karena adanya berita ledakan yang mengguncang bandara Brussels telah memacu arus mata uang masuk ke dalam mata uang safe haven.
Media Belgia melaporkan bahwa ledakan terjadi di ruang keberangkatan Bandara Brussels dan beberapa telah meninggal. Saham Eropa dibuka memerah, sementara saham maskapai turun tajam. "Berita peladakan tersebut memiliki beberapa dampak pada sentimen," kata Yujiro Goto, ahli strategi mata uang di Nomura.
Yen terhadap USD menguat untuk hari ini di level 111,635, setelah diperdagangkan lebih rendah sebelum dimulainya sesi perdagangan Eropa. Euro terhada yen juga turun 0,3% menjadi 125,53 dan melemah 0,1% terhadap USD.
Sementara, Swiss Franc juga naik terhadap euro ke level 1,0895. Kedua mata uang yang banyak dicari selama masa gejolak di pasar keuangan dan ketidakpastian dalam ekonomi global.
Sementara itu, indeks USD terakhir diperdagangkan di level 95,479, menarik lebih jauh dari posisi rendah dalam lima bulan di posisi 94,578. Euro terhadap USD melemah ke level 1,1225.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.190/USD, dengan kisaran harian Rp13.120-Rp13.200/USD. Posisi tersebut terlihat melemah 35 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.155/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.195/USD. Posisi ini berkurang 37 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.158/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.184/USD dengan kisaran harian Rp13.128-Rp13.224/USD. Posisi itu semakin melemah 33 poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.151/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.175/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.160/USD.
Seperti dikutip dari CNBC, yen dan Swiss Franc terhadap USD naik, karena adanya berita ledakan yang mengguncang bandara Brussels telah memacu arus mata uang masuk ke dalam mata uang safe haven.
Media Belgia melaporkan bahwa ledakan terjadi di ruang keberangkatan Bandara Brussels dan beberapa telah meninggal. Saham Eropa dibuka memerah, sementara saham maskapai turun tajam. "Berita peladakan tersebut memiliki beberapa dampak pada sentimen," kata Yujiro Goto, ahli strategi mata uang di Nomura.
Yen terhadap USD menguat untuk hari ini di level 111,635, setelah diperdagangkan lebih rendah sebelum dimulainya sesi perdagangan Eropa. Euro terhada yen juga turun 0,3% menjadi 125,53 dan melemah 0,1% terhadap USD.
Sementara, Swiss Franc juga naik terhadap euro ke level 1,0895. Kedua mata uang yang banyak dicari selama masa gejolak di pasar keuangan dan ketidakpastian dalam ekonomi global.
Sementara itu, indeks USD terakhir diperdagangkan di level 95,479, menarik lebih jauh dari posisi rendah dalam lima bulan di posisi 94,578. Euro terhadap USD melemah ke level 1,1225.
(izz)