Rampingkan Anggaran, JK Larang Kementerian Lakukan Ini

Selasa, 22 Maret 2016 - 20:09 WIB
Rampingkan Anggaran,...
Rampingkan Anggaran, JK Larang Kementerian Lakukan Ini
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk tidak membangun gedung baru yang manfaatnya kurang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini seiring dengan langkah pemerintah untuk merampingkan anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016.

(Baca Juga: Ekonomi Dunia Anjlok, JK Pastikan Penerimaan Negara Meleset)

Dia mengatakan, jika kementerian dan lembaga membangun gedung baru maka akan merembet untuk keperluan lain seperti penambahan daya listrik, inventaris kantor, hingga penambahan pegawai honorer. Kondisi tersebut tentu akan membengkakkan anggaran yang telah dicanangkan pemerintah.

"Begitu tambah gedung berarti tambah AC, tambah listrik, tambah service, tambah lampu, tambah satpam, apapun, tambah meja. Karena masih banyak kosong, tambah lagi pegawai honorer supaya kelihatan penuh. Tidak wajar beli komputer 10 tambah pegawai 20. Jadi ini bahaya. Mutlak itu tidak boleh," katanya di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Selasa (22/3/2016).

(Baca Juga: JK Sindir Kementerian Gemar Hamburkan Anggaran Negara)

Kendati demikian, JK memberikan catatan bahwa penambahan jumlah pegawai di kementerian atau lembaga diperbolehkan hanya untuk profesi guru, dokter, penyuluh pertanian, dan penyuluh kesehatan. "Kalau tenaga administratif tentu tidak perlu. Karena dengan teknologi bisa mengurangi administratif. Dulu ada bagian arsip, sekarang kan semua diarsipkan oleh Microsoft," imbuh dia.

(Baca Juga: JK: Anggaran Besar Tak Jamin Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi)

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, meskipun pembangunan gedung akan bermanfaat untuk mengurangi tingkat pengangguran di Tanah Air, namun hal tersebut tidak akan berdampak untuk memperlancar ekonomi di Indonesia. Lebih baik, sambung mantan Wapres era Presiden SBY ini, anggaran pembangunan gedung digeser untuk membangun infrastruktur prioritas seperti pembangunan jalan.

"Bikin jalan, rakyat bisa kerja, aspal bisa jalan, macam-macam. Tapi setelah itu juga ekonomi lancar. Kalau bikin kantor, memang butuh tenaga kerja tapi tidak menambah jalannya ekonomi. Malah mengurangi. Inilah yang harus membedakan kita semua bagaimana itu harus efektifnya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Pernyataan JK Dinilai...
Pernyataan JK Dinilai Tidak Tepat dan Berpotensi Sesatkan Pemahaman Publik
Anies hingga Jusuf Kalla...
Anies hingga Jusuf Kalla Hadiri Silatnas dan Munas ke-1 JATTI di Cempaka Putih
Jusuf Kalla Kenang Ferry...
Jusuf Kalla Kenang Ferry Mursyidan Baldan: Punya Bakti yang Banyak bagi Bangsa dan Negara
JK Tegaskan Rencana...
JK Tegaskan Rencana Pertemuan dengan Megawati Atas Nama Pribadi Bukan Partai
Refly Harun Berharap...
Refly Harun Berharap Penegak Hukum Bisa Cerna Pesan JK
Berita Terkini
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
7 menit yang lalu
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
27 menit yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
50 menit yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
1 jam yang lalu
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
1 jam yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved