Jokowi Pilih Kilang Darat, Menteri ESDM Pastikan Blok Masela Molor

Rabu, 23 Maret 2016 - 14:14 WIB
Jokowi Pilih Kilang...
Jokowi Pilih Kilang Darat, Menteri ESDM Pastikan Blok Masela Molor
A A A
PONTIANAK - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan pembangunan kilang di Blok Masela, Maluku akan molor dari waktu yang dicanangkan sebelumnya yaitu pada 2018.

(Baca: Jokowi Akhirnya Putuskan Kilang Blok Masela Dibangun di Darat)

Pasalnya, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih pembangunan kilang dengan skema pipanisasi di darat (onshore) akan membuat investor harus melakukan pengkajian ulang dan menyusun plan of development (PoD) yang baru.

Dia bersyukur karena pada akhirnya Presiden Jokowi telah mengambil keputusan mengenai pengembangan kilang di Blok Masela. Karena, sejak awal Februari 2016 pihaknya telah memberikan seluruh penjelasan dan argumen terkait rencana pengembangan kilang di Lapangan Abadi tersebut.

"Tentu saja Presiden sudah mendengar banyak masukan, seperti tadi sudah dikatakan, dan kita menyerahkan sepenuhnya keputusan pada kebijakan Presiden," katanya di Ruang Tunggu Keberangkatan Bandar Udara Supadio, Pontianak, Rabu (23/3/2016).

Sebagai penanggung jawab sektor yang akan meneruskan keputusan Jokowi, mantan Bos PT Pindad (Persero) ini ‎akan menyampaikan kepada investor untuk mengkaji ulang seluruh usulan yang diperloleh. Karena, sambung Sudirman, keputusan investasi pada akhirnya baru akan dilakukan pada 2018.

"Jadi, kita akan sampaikan kabar ini pada investor melalui surat resmi dari Menteri ESDM. Sudah itu kita berikan kesempatan mereka untuk mengkaji ulang. Dan kemungkinan saja karena memang harus diulang pengkajiannya akan ada penundaan sedikit," imbuh dia.

Kendati pembangunan proyek ini harus tertunda, Sudirman akan meminta kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) agar penundaan tidak terlalu panjang. Sebab, pesan Presiden Jokowi adalah memberikan manfaat pada masyarakat dalam pembangunan regional dan ekonomi nasional.

Mantan Kepala Integrated Supply Chained (ISC) ini memastikan, dengan keputusan ini investor yakni, Inpex dan Shell tidak akan hengkang dan tetap bekerja sama dengan Indonesia untuk menyukseskan pembangunan kilang di Blok Masela. Apalagi, mereka juga telah mengeluarkan biaya untuk melakukan eksplorasi di Lapangan Abadi tersebut.

"Saya kira dua investor ini akan tetap bekerja sama karena memang mereka sudah bekerja sejak 16 tahun lalu dan sudah mengeluarkan biaya untuk ekspolrasi. Jadi, pada mereka kita akan berikan kesempatan untuk mengkaji kembali, tapi kita ingin berusaha agar seluruh pihak memperoleh manfaat secara optimal," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
23 menit yang lalu
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
54 menit yang lalu
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
2 jam yang lalu
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
4 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved