Jokowi Pilih Saran Rizal Ramli, Ini Reaksi Sudirman Said
Kamis, 24 Maret 2016 - 16:01 WIB
Jokowi Pilih Saran Rizal Ramli, Ini Reaksi Sudirman Said
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said langsung bereksi atas keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kilang di Blok Masela, Maluku yang akan dibangun dengan skema pipanisasi di darat (onshore) sesuai rekomendasi Menko Kemaritiman Rizal Ramli.
(Baca: Jokowi Akhirnya Putuskan Kilang Blok Masela Dibangun di Darat)
Menurutnya, sejak Februari 2016 pihaknya telah menyampaikan usulan teknis mengenai pengembangan kilang Masela dengan skema LNG terapung (floating LNG/offshore). Namun, Jokowi ternyata memilih skema onshore dengan alasan multiplier effect yang akan didapat lebih banyak.
"Beliau percaya membangun di darat memberikan multiplier effect lebih besar. Menyikapi keputusan ini, tentu sebagai pembantu Presiden harus menindaklanjuti. Karena itu, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang jadi tindak lanjut atau followup," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (24/3/2016).
Mantan Dirut PT Pindad (Persero) ini mengaku telah mengirimkan surat kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk merespons usulan atas persetujuan revisi Plan of Development (PoD) 1 tersebut.
(Baca: Sudirman Said: Keputusan Blok Masela Bukan Soal Menang Kalah)
"Isinya, meminta SKK Migas untuk mengembalikan usulan revisi PoD dan kemudian mengkaji kembali berdasarkan metode onshore sebagaimana diputuskan presiden," imbuh Sudirman.
SKK Migas, lanjut dia, juga telah berkomunikasi dengan investor terkait keputusan Presiden Jokowi tersebut. Sebab, investor tentu akan memiliki sikap sendiri terkait keputusan tersebut. (Baca:Jokowi Pilih Kilang Darat, Menteri ESDM Pastikan Blok Masela Molor)
Pihaknya juga menugaskan SKK untuk berkomunikasi dengan pimpinan daerah agar dapat menerima keputusan ini. Mantan Bos ISC ini tidak ingin ada polemik yang terjadi pasca keputusan diambil. Serta meminta SKK Migas ketat mengawal dan mengawasi proses pengkajian agar penundaan tidak berlangsung terlalu lama.
"Ingin saya garisbawahi, proyek ini pelaksanaannya masih 8-10 tahun akan datang. Kalau kita biarkan masyarakat berpolemik sangat tidak bijak. Harus ada rekonsiliasi kembali, dan kita biarkan investor bekerja untuk menghitung kembali," tandas dia.
Baca juga:
Rizal Ramli Semringah Jokowi Pilih Kilang Darat untuk Blok Masela
Soal Blok Masela, Rumor Sudirman Said Mundur Mencuat
Terkait Blok Masela, Sudirman Said Bantah Isu Mundur
(Baca: Jokowi Akhirnya Putuskan Kilang Blok Masela Dibangun di Darat)
Menurutnya, sejak Februari 2016 pihaknya telah menyampaikan usulan teknis mengenai pengembangan kilang Masela dengan skema LNG terapung (floating LNG/offshore). Namun, Jokowi ternyata memilih skema onshore dengan alasan multiplier effect yang akan didapat lebih banyak.
"Beliau percaya membangun di darat memberikan multiplier effect lebih besar. Menyikapi keputusan ini, tentu sebagai pembantu Presiden harus menindaklanjuti. Karena itu, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang jadi tindak lanjut atau followup," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (24/3/2016).
Mantan Dirut PT Pindad (Persero) ini mengaku telah mengirimkan surat kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk merespons usulan atas persetujuan revisi Plan of Development (PoD) 1 tersebut.
(Baca: Sudirman Said: Keputusan Blok Masela Bukan Soal Menang Kalah)
"Isinya, meminta SKK Migas untuk mengembalikan usulan revisi PoD dan kemudian mengkaji kembali berdasarkan metode onshore sebagaimana diputuskan presiden," imbuh Sudirman.
SKK Migas, lanjut dia, juga telah berkomunikasi dengan investor terkait keputusan Presiden Jokowi tersebut. Sebab, investor tentu akan memiliki sikap sendiri terkait keputusan tersebut. (Baca:Jokowi Pilih Kilang Darat, Menteri ESDM Pastikan Blok Masela Molor)
Pihaknya juga menugaskan SKK untuk berkomunikasi dengan pimpinan daerah agar dapat menerima keputusan ini. Mantan Bos ISC ini tidak ingin ada polemik yang terjadi pasca keputusan diambil. Serta meminta SKK Migas ketat mengawal dan mengawasi proses pengkajian agar penundaan tidak berlangsung terlalu lama.
"Ingin saya garisbawahi, proyek ini pelaksanaannya masih 8-10 tahun akan datang. Kalau kita biarkan masyarakat berpolemik sangat tidak bijak. Harus ada rekonsiliasi kembali, dan kita biarkan investor bekerja untuk menghitung kembali," tandas dia.
Baca juga:
Rizal Ramli Semringah Jokowi Pilih Kilang Darat untuk Blok Masela
Soal Blok Masela, Rumor Sudirman Said Mundur Mencuat
Terkait Blok Masela, Sudirman Said Bantah Isu Mundur
(izz)
Lihat Juga :