Hipmi Kaget Jokowi Ambil Keputusan Cepat Soal Blok Masela
Jum'at, 25 Maret 2016 - 12:29 WIB
Hipmi Kaget Jokowi Ambil Keputusan Cepat Soal Blok Masela
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) kaget dan tidak menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil keputusan cepat soal pilihan pembangunan kilang Blok Masela di darat.
(Baca: Jokowi Akhirnya Putuskan Kilang Blok Masela Dibangun di Darat)
Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya tidak menduga Presiden Jokowi mengambil keputusan sangat cepat soal Masela. Padahal, kata dia, isu yang berkembang Presiden akan memutuskan setelah 2018, bahkan pada 2021.
"Hipmi mengapresiasi dari sisi waktu pengambilan keputusan dan isi putusan itu sendiri. Sebab perdebatan soal Blok Masela sudah 15 tahun usianya," ujar Bahlil dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (25/3/2016).
Sebagaimana diketahui, Keputusan Presiden itu mengakhiri perdebatan dan adu kepentingan soal pengembangan kilang LNG Masela onshore atau offshore. Cadangan gas Blok Masela ditemukan pada 2000 dan bisa digunakan selama 70 tahun dengan deposit sebanyak 20 trillion cubic feet.
Tidak hanya gas LNG, proyek ini juga dapat memicu tumbuhnya industri lainnya seperti petrokimia dan pupuk. Blok ini diperkirakan memproduksi dengan kapasitas mencapai 7,5 juta ton LNG per tahun. (Baca:Pengusaha Lokal Diminta Tak Hanya Jadi Penonton Blok Masela)
"Negara bisa memperoleh pemasukan USD6,5 miliar/tahun, dua kali lipat lebih dibanding jika dibangun di laut dengan proyeksi pemasukan USD2,52 miliar/tahun dari penjualan komoditas LNG," pungkasnya.
Baca Juga:
Jokowi Pilih Kilang Darat, Menteri ESDM Pastikan Blok Masela Molor
Sudirman Said: Keputusan Blok Masela Bukan Soal Menang Kalah
SKK Migas Pastikan Inpex Tetap Investasi di Blok Masela
(Baca: Jokowi Akhirnya Putuskan Kilang Blok Masela Dibangun di Darat)
Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya tidak menduga Presiden Jokowi mengambil keputusan sangat cepat soal Masela. Padahal, kata dia, isu yang berkembang Presiden akan memutuskan setelah 2018, bahkan pada 2021.
"Hipmi mengapresiasi dari sisi waktu pengambilan keputusan dan isi putusan itu sendiri. Sebab perdebatan soal Blok Masela sudah 15 tahun usianya," ujar Bahlil dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (25/3/2016).
Sebagaimana diketahui, Keputusan Presiden itu mengakhiri perdebatan dan adu kepentingan soal pengembangan kilang LNG Masela onshore atau offshore. Cadangan gas Blok Masela ditemukan pada 2000 dan bisa digunakan selama 70 tahun dengan deposit sebanyak 20 trillion cubic feet.
Tidak hanya gas LNG, proyek ini juga dapat memicu tumbuhnya industri lainnya seperti petrokimia dan pupuk. Blok ini diperkirakan memproduksi dengan kapasitas mencapai 7,5 juta ton LNG per tahun. (Baca:Pengusaha Lokal Diminta Tak Hanya Jadi Penonton Blok Masela)
"Negara bisa memperoleh pemasukan USD6,5 miliar/tahun, dua kali lipat lebih dibanding jika dibangun di laut dengan proyeksi pemasukan USD2,52 miliar/tahun dari penjualan komoditas LNG," pungkasnya.
Baca Juga:
Jokowi Pilih Kilang Darat, Menteri ESDM Pastikan Blok Masela Molor
Sudirman Said: Keputusan Blok Masela Bukan Soal Menang Kalah
SKK Migas Pastikan Inpex Tetap Investasi di Blok Masela
(izz)
Lihat Juga :