Minim Sentimen Positif, Laju Rupiah Diramal Terpuruk
Senin, 28 Maret 2016 - 09:07 WIB
Minim Sentimen Positif, Laju Rupiah Diramal Terpuruk
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diperkirakan akan kembali melemah ketika minim sentimen positif saat harga komoditas ataupun yang lainnya belum mampu menahan pelemahan mata uang Garuda. Seperti diketahui Rupiah sendiri sepanjang pekan kemarin masih sulit menjauhi level Rp13.100/USD.
"Laju rupiah berpeluang akan kembali melemah jika tidak adanya sentiment positif dari laju harga komoditas maupun sentimen lain yang dapat menahan pelemahan laju rupiah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (28/3/2016).
Dia memprediksi rupiah melawan dolar Amerika Serikat (USD) akan berada di level support Rp13.265/USD serta resisten di level Rp13.235/USD dan tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.
Lanjut dia, sentimen yang sama pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di mana imbas melemahnya sejumlah harga komoditas membuat laju USD kian terapresiasi dan mengakibatkan pelemahan pada sejumlah mata uang asing lainnya. "Terpantau laju EUR, AUD, JPY, CNY, dan beberapa lainnya cenderung melemah. Kondisi ini berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah," pungkasnya.
"Laju rupiah berpeluang akan kembali melemah jika tidak adanya sentiment positif dari laju harga komoditas maupun sentimen lain yang dapat menahan pelemahan laju rupiah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (28/3/2016).
Dia memprediksi rupiah melawan dolar Amerika Serikat (USD) akan berada di level support Rp13.265/USD serta resisten di level Rp13.235/USD dan tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.
Lanjut dia, sentimen yang sama pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di mana imbas melemahnya sejumlah harga komoditas membuat laju USD kian terapresiasi dan mengakibatkan pelemahan pada sejumlah mata uang asing lainnya. "Terpantau laju EUR, AUD, JPY, CNY, dan beberapa lainnya cenderung melemah. Kondisi ini berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah," pungkasnya.
(akr)