BI Rate Turun, BPR Keluhkan Suku Bunga LPS Masih Tinggi

Selasa, 29 Maret 2016 - 03:17 WIB
BI Rate Turun, BPR Keluhkan...
BI Rate Turun, BPR Keluhkan Suku Bunga LPS Masih Tinggi
A A A
JAKARTA - Penurunan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia (BI) membuat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) harus memutar otak lebih keras dalam menyikapinya. Sebab, meskipun BI Rate turun dan digadang-gadang akan susut lagi, tapi suku bunga penjaminan masih bertengger di angka tinggi.

Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Ascar Setiyono mengatakan, sebenarnya BI Rate turun tak begitu berpengaruh terhadap operasional BPR. Namun, yang masih menjadi beban saat ini adalah besarnya suku bunga penjaminan yang diberlakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Suku bunga LPS tinggi berarti beban biaya kami juga masih tinggi,” ujarnya, Senin (28/3/2016).

Ascar mengungkapkan, saat ini BI Rate turun menjadi 6,75% diharapkan bisa mendongkrak pengucuran kredit dari masing-masing bank. Namun, yang masih menjadi kendala dan membuat kalangan perbankan enggan melakukan penurunan adalah beban biaya bunga dari dana pihak ketiga (DPK) masih tinggi.

Angka suku bunga dari LPS saat ini masih berada di kisaran 10% dan tergolong lebih tinggi dibanding dengan BI Rate yang telah ditetapkan. BPR serta merta harus mengikuti regulasi yang telah ditetapkan oleh BI. Kekhawatiran masih ada karena beban biaya yang mereka tanggung lebih besar.

“Kalau seperti ini ada sprate negatif alias rugi. Wong pendapatan kita dari bunga misalnya 6,75%, di satu sisi beban kita yang harus dibayar ke masyarakat cukup besar yaitu 10%,” katanya.

Penurunan suku bunga kredit ini memang tidak serta merta bisa dilakukan oleh kalangan perbankan seperti BPR. Saat ini rata-rata bunga kredit dari kalangan BPR di Yogyakarta masing di angka sekitar 1-1,25% sementara suku bunga simpanan ada di angka sekitar 20-21 %.

Karena itu, dia berharap kepada pemerintah melalui LPS agar menurunkan suku bunga simpanan menjadi lebih kecil agar beban biaya yang ditanggung BPR tidak begitu besar. Penurunan suku bunga simpanan ini juga untuk meningkatkan daya saing BPR di Yogyakarta dengan bank-bank umum lainnya.

“Kalau tetap cukup tinggi maka kita tetap akan kelimpungan. Maka harapannya memang ada penurunan dari LPS,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
2 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
3 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
6 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
6 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
6 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
6 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved