Dana Asing Kecil, BEI Santai Hadapi Goyangan Isu Fed Rate
Rabu, 30 Maret 2016 - 13:16 WIB
Dana Asing Kecil, BEI Santai Hadapi Goyangan Isu Fed Rate
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai, dana asing di pasar modal Indonesia tidak besar, sehingga jika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuannya atau Fed rate tidak akan berpengaruh signifikan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, pada dasarnya yang membuat The Fed akan menaikkan suku bunga acuan adalah untuk menarik dana asing di luar Negeri Paman Sam.
"Intinya menarik dana asing di luar megeri tapi balik lagi total portofolio investor asing di Indonesia tidak terlalu besar," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Menurutnya, jadi atau tidaknya kenaikan Fed rate akan terus dipantau perkembangannya oleh investor dan akan dijadikan sebagai suatu tanda untuk menempatkan dananya. "Ini kebijakan global jadi perhatian kita secara kebijakan naik atau enggak dibaca investor sebagai suatu tanda. Mereka tetap di Indonesia atau enggak nantinya," kata dia.
Sementara, lanjut dia, dengan adanya kenaikan Fed rate membuat investor asing di dalam negeri mengalihkan dananya ke Amerika Serikat (AS). "Kenaikan tingkat suku bunga AS pengaruhi investor asing bisa mereka switch dan satu hal lagi kenaikan tingkat suku bunga The Fed, mereka (AS) coba narik dana," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua The Fed (Bank Sentral AS) Janet Yellen mengatakan, akan kembali melanjutkan kenaikan suku bunga acuan AS (Fed rate) secara hati-hati, setelah sebelumnya beberapa pejabat The fed telah memberikan saran yang serupa. Sebelumnya The fed sempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, lantaran Yellen menilai inflasi belum terbukti kuat.
Apalagi, menurutnya ekonomi AS masih rentan termasuk harga minyak mentah dunia yang tetap berada dalam tren penurunan serta merosotnya ekonomi terbesar kedua dunia yakni China. Namun, penguatan saham dan obligasi membuat dan inflasi AS yang dinilai sehat mendorong pejabat Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan mereka.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, pada dasarnya yang membuat The Fed akan menaikkan suku bunga acuan adalah untuk menarik dana asing di luar Negeri Paman Sam.
"Intinya menarik dana asing di luar megeri tapi balik lagi total portofolio investor asing di Indonesia tidak terlalu besar," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Menurutnya, jadi atau tidaknya kenaikan Fed rate akan terus dipantau perkembangannya oleh investor dan akan dijadikan sebagai suatu tanda untuk menempatkan dananya. "Ini kebijakan global jadi perhatian kita secara kebijakan naik atau enggak dibaca investor sebagai suatu tanda. Mereka tetap di Indonesia atau enggak nantinya," kata dia.
Sementara, lanjut dia, dengan adanya kenaikan Fed rate membuat investor asing di dalam negeri mengalihkan dananya ke Amerika Serikat (AS). "Kenaikan tingkat suku bunga AS pengaruhi investor asing bisa mereka switch dan satu hal lagi kenaikan tingkat suku bunga The Fed, mereka (AS) coba narik dana," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua The Fed (Bank Sentral AS) Janet Yellen mengatakan, akan kembali melanjutkan kenaikan suku bunga acuan AS (Fed rate) secara hati-hati, setelah sebelumnya beberapa pejabat The fed telah memberikan saran yang serupa. Sebelumnya The fed sempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, lantaran Yellen menilai inflasi belum terbukti kuat.
Apalagi, menurutnya ekonomi AS masih rentan termasuk harga minyak mentah dunia yang tetap berada dalam tren penurunan serta merosotnya ekonomi terbesar kedua dunia yakni China. Namun, penguatan saham dan obligasi membuat dan inflasi AS yang dinilai sehat mendorong pejabat Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan mereka.
(izz)
Lihat Juga :