IHSG Dibuka Anjlok Iringi Kejatuhan Bursa Asia
Jum'at, 01 April 2016 - 09:52 WIB
IHSG Dibuka Anjlok Iringi Kejatuhan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini jelang akhir pekan dibuka melemah sebesar 5,62 poin atau 0,12% ke level 4.839,75 seiring kejatuhan tajam mayoritas bursa Asia. Tercatat seluruh bursa Asia dibuka pada zona merah jelang survei global manufaktur dan data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Pasar saham Tanah Air pagi ini tercatat menyusut, sementara IHSG pada penutupan kemarin berakhir naik 28,72 poin atau 0,60% ke level 4.845,37. Penguatan IHSG hari ini di tengah ambruknya bursa saham Asia saat Indeks Nikkei Jepang anjlok mencapai 2,92%.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (1/4/2016) bursa saham Asia membuka kuartal baru lebih rendah dipengaruhi data pabrik China dan jelang laporan non-farm payrolls AS. Nikkei 225 Jepang pada awal perdagangan Asia sempat melemah 1,31% untuk kemudian pada pergerakannya melemah 481,15 poin atau 2,87% ke level 16.277,52 pada pukul 9.35 WIB.
Survey memperlihatkan produsen manufaktur yang terus menuju level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir diyakini akan melemahkan pada kuartal kedua. Saham utama ekportir Jepang tercatat lebih rendah seperti Toyota menyusut 0,89% sedangkan Honda menderita kerugian 2,17% serta Nissan mengalami penurunan sebesar 2,16%.
Sementara itu pasar saham Australia kehilangan 1% terimbas keprihatinan terkait kredit macet perbankan. Dan di Wall Street, indeks Dow Jones berakhir turun 0,18% lebih rendah, sementara S & P 500 kehilangan 0,2% dan Nasdaq jatuh tipis 0,01%.
Adapun indeks utama Asia lainnya seperti Hang Seng juga menurun 169,37 poin atau 0,82% ke level 20.607,33 diikuti pelemahan indeks Shanghai sebesar 12,36 atau 0,41% ke posisi 2.991,55. Sedangkan Straits Times melemah 21,85 poin atau 0,77% ke level 2.819,05.
Sektor saham Dalam Negeri pada hari ini terlihat mayoritas menurun. Sektor dengan pelemahan terdalam yakni sektor keuangan turun 0,95%. Sedangkan sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 0,34%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp854 triliun dengan 724 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp55,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp366 miliar dan aksi beli Rp421 miliar. Tercatat 103 saham menguat, 99 saham melemah dan 67 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) naik Rp250 menjadi Rp8.250, PT First Media Tbk. (KBLV) menguat Rp100 menjadi Rp1.150 dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melonjak Rp75 menjadi Rp31.550.
Saham-saham yang menurun di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp800 menjadi Rp97.600, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp325 menjadi Rp64.975 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) melemah Rp125 menjadi Rp6.825.
Pasar saham Tanah Air pagi ini tercatat menyusut, sementara IHSG pada penutupan kemarin berakhir naik 28,72 poin atau 0,60% ke level 4.845,37. Penguatan IHSG hari ini di tengah ambruknya bursa saham Asia saat Indeks Nikkei Jepang anjlok mencapai 2,92%.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (1/4/2016) bursa saham Asia membuka kuartal baru lebih rendah dipengaruhi data pabrik China dan jelang laporan non-farm payrolls AS. Nikkei 225 Jepang pada awal perdagangan Asia sempat melemah 1,31% untuk kemudian pada pergerakannya melemah 481,15 poin atau 2,87% ke level 16.277,52 pada pukul 9.35 WIB.
Survey memperlihatkan produsen manufaktur yang terus menuju level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir diyakini akan melemahkan pada kuartal kedua. Saham utama ekportir Jepang tercatat lebih rendah seperti Toyota menyusut 0,89% sedangkan Honda menderita kerugian 2,17% serta Nissan mengalami penurunan sebesar 2,16%.
Sementara itu pasar saham Australia kehilangan 1% terimbas keprihatinan terkait kredit macet perbankan. Dan di Wall Street, indeks Dow Jones berakhir turun 0,18% lebih rendah, sementara S & P 500 kehilangan 0,2% dan Nasdaq jatuh tipis 0,01%.
Adapun indeks utama Asia lainnya seperti Hang Seng juga menurun 169,37 poin atau 0,82% ke level 20.607,33 diikuti pelemahan indeks Shanghai sebesar 12,36 atau 0,41% ke posisi 2.991,55. Sedangkan Straits Times melemah 21,85 poin atau 0,77% ke level 2.819,05.
Sektor saham Dalam Negeri pada hari ini terlihat mayoritas menurun. Sektor dengan pelemahan terdalam yakni sektor keuangan turun 0,95%. Sedangkan sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 0,34%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp854 triliun dengan 724 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp55,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp366 miliar dan aksi beli Rp421 miliar. Tercatat 103 saham menguat, 99 saham melemah dan 67 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) naik Rp250 menjadi Rp8.250, PT First Media Tbk. (KBLV) menguat Rp100 menjadi Rp1.150 dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melonjak Rp75 menjadi Rp31.550.
Saham-saham yang menurun di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp800 menjadi Rp97.600, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp325 menjadi Rp64.975 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) melemah Rp125 menjadi Rp6.825.
(akr)
Lihat Juga :