Rupiah Akhir Pekan Berakhir Gagah, USD Lesu
Jum'at, 01 April 2016 - 17:25 WIB
Rupiah Akhir Pekan Berakhir Gagah, USD Lesu
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di akhir pekan masih terus menguat ketika mata uang Paman Sam -julukan AS- masih lesu. USD tergelincir di awal kuartal tahun 2016 dipengaruhi keraguan laporan bulanan data ekonomi AS serta jelang kenaikan suku bunga acuan, usai sempat mencetak rekor terburuk dalam enam setengah tahun.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan berakhir di level Rp13.155/USD, dengan kisaran harian Rp13.155-Rp13.200/USD. Posisi tersebut lebih baik atau menguat 70 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.225/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup akhir pekan di level Rp13.168/USD. Posisi ini bertambah 67 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.235/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah sore ini berada pada level Rp13.167/USDdengan kisaran harian Rp13.140-Rp13.224/USD. Posisi itu semakin menguat jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.239/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada pada level Rp13.200/USD. Posisi ini menguat tipis dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.276/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (1/4/2016) greenback tercatat naik 4% terhadap beberapa mata uang utama di kuartal pertama. Mayoritas pasar modal bergejolak ketika The Fed menyatakan akan berhati-hati untuk mendorong kembali harapan atas kenaikan suku bunga acuan (Fed rate). Tercatat indeks USD menyusut 0,1% pada hari ini ke posisi 94,60, ketika kemarin sempat berada pada posisi terendah dalam lima setengah bulan di level 94.319.
Data tenaga kerja AS yang biasanya menjadi salah satu rilis paling dinanti, namun menurut beberapa analis justru mengatakan hal itu tidak akan berdampak kuat. Lantaran perlu didukung hawkish dari the Fed untuk pergerakan USD.
"Poin paling penting untuk USD adalah pendapatan rata-rata. Tapi ketika kita melihat lebih jauh, ini memberikan harapan tapi tidak meyakinkan pasar bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja," jelas Kepala Strategi Mata Uang Commerzbank Reichelt Ester di Frankfurt.
Melawan yen, USD tercatat menurun sebesar 0,4% pada hari ini ke level 112.17. USD secara total menyusut 6% terhadap Yen sepanjang kuartal pertama tahun ini dengan kerugian terbesar sejak 2009. Sedangkan euro sendiri naik 0,1% terhadap USD ke posisi 1.1388 setelah melonjak lebih dari 4% sepanjang awal kuartal tahun 2016.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan berakhir di level Rp13.155/USD, dengan kisaran harian Rp13.155-Rp13.200/USD. Posisi tersebut lebih baik atau menguat 70 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.225/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup akhir pekan di level Rp13.168/USD. Posisi ini bertambah 67 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.235/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah sore ini berada pada level Rp13.167/USDdengan kisaran harian Rp13.140-Rp13.224/USD. Posisi itu semakin menguat jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.239/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada pada level Rp13.200/USD. Posisi ini menguat tipis dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.276/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (1/4/2016) greenback tercatat naik 4% terhadap beberapa mata uang utama di kuartal pertama. Mayoritas pasar modal bergejolak ketika The Fed menyatakan akan berhati-hati untuk mendorong kembali harapan atas kenaikan suku bunga acuan (Fed rate). Tercatat indeks USD menyusut 0,1% pada hari ini ke posisi 94,60, ketika kemarin sempat berada pada posisi terendah dalam lima setengah bulan di level 94.319.
Data tenaga kerja AS yang biasanya menjadi salah satu rilis paling dinanti, namun menurut beberapa analis justru mengatakan hal itu tidak akan berdampak kuat. Lantaran perlu didukung hawkish dari the Fed untuk pergerakan USD.
"Poin paling penting untuk USD adalah pendapatan rata-rata. Tapi ketika kita melihat lebih jauh, ini memberikan harapan tapi tidak meyakinkan pasar bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja," jelas Kepala Strategi Mata Uang Commerzbank Reichelt Ester di Frankfurt.
Melawan yen, USD tercatat menurun sebesar 0,4% pada hari ini ke level 112.17. USD secara total menyusut 6% terhadap Yen sepanjang kuartal pertama tahun ini dengan kerugian terbesar sejak 2009. Sedangkan euro sendiri naik 0,1% terhadap USD ke posisi 1.1388 setelah melonjak lebih dari 4% sepanjang awal kuartal tahun 2016.
(akr)
Lihat Juga :