Rupiah Diramal Menguat di Tengah Tertekannya USD
Senin, 04 April 2016 - 08:15 WIB
Rupiah Diramal Menguat di Tengah Tertekannya USD
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diperkirakan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Perkiraan penguatan rupiah hari ini tidak terlepas dari tertekannya laju pergerakan USD.
"Pelaku pasar yang merespons positif kondisi tersebut membuat laju USD tertekan oleh aksi jual para pelaku pasar valuta asing," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (4/4/2016).
Reza berharap hal ini mampu memberikan imbas positif pada laju rupiah jelang memasuki kuartal II/2016. Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.225/USD serta resisten Rp13.185/USD.
Sementara, rupiah akhir pekan kemarin mampu ditutup di wilayah positif. Meski rilis data Chicago PMI Amerika Serikat naik, namun belum mampu mengimbangi aksi jual yang terjadi.
Terdapat banyak antisipasi pada data tingkat pengangguran yang dirilis dimana mengalami kenaikan serta beberapa laporan penggerak pasar lainnya.
"Investor saat ini cenderung menahan diri, sehingga membuat laju USD kembali terlihat melemah. Dengan rilis inflasi yang dinilai lebih rendah dari perkiraan BI meski di atas perkiraan kami -0,11% hingga 0,11% namun, masih cukup direspon positif," pungkasnya.
"Pelaku pasar yang merespons positif kondisi tersebut membuat laju USD tertekan oleh aksi jual para pelaku pasar valuta asing," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (4/4/2016).
Reza berharap hal ini mampu memberikan imbas positif pada laju rupiah jelang memasuki kuartal II/2016. Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.225/USD serta resisten Rp13.185/USD.
Sementara, rupiah akhir pekan kemarin mampu ditutup di wilayah positif. Meski rilis data Chicago PMI Amerika Serikat naik, namun belum mampu mengimbangi aksi jual yang terjadi.
Terdapat banyak antisipasi pada data tingkat pengangguran yang dirilis dimana mengalami kenaikan serta beberapa laporan penggerak pasar lainnya.
"Investor saat ini cenderung menahan diri, sehingga membuat laju USD kembali terlihat melemah. Dengan rilis inflasi yang dinilai lebih rendah dari perkiraan BI meski di atas perkiraan kami -0,11% hingga 0,11% namun, masih cukup direspon positif," pungkasnya.
(izz)