IHSG Ditutup Kokoh di Zona Hijau, Bursa Asia Goyah
Rabu, 06 April 2016 - 16:38 WIB
IHSG Ditutup Kokoh di Zona Hijau, Bursa Asia Goyah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Rabu (6/4/2016) berakhir menguat atau bertambah 10,16 poin atau 0,21% ke level 4.868,23. Penguatan pasar saham Tanah Air di tengah pergerakan mixed bursa Asia ketika bursa Jepang terpuruk.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG tercatat menanjak naik 9,94 poin atau 0,20% ke level 4.868,01 dan pada sesi I siang tadi bertahan di zona hijau dengan bertambah 17,17 poin atau 0,35% ke level 4.875,24. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat 7,90 poin atau 0,16% ke level 4.858,07.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/4/2016) pasar saham Asia terlihat goyah dengan bergerak mixed di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia hampir 2% dan data kenaikan sektor jasa China. Bursa Australia tercatat naik 21,51 poin atau 0,44% ke level 4.945,90 didorong oleh kenaikan 3,19% saham energi.
Adapun indeks Nikkei Jepang ambruk 17,46 poin atau 0,11% ke level 15.715,36 saat yen melemah pada sesi perdagangan semalam untuk kemudian sore harinya waktu setempat berada pada posisi 110,42. Pelemahan juga terjadi pada indeks Shanghai yang turun 2,47 poin atau 0,08% ke level 3.050,59.
Sementara itu penguatan justru dialami indeks Hang Seng bertambah 29,67 poin atau 0,15% ke level 20.206,67 diikuti membaiknya indeks Straits Times dengan penguatan sebesar 7,37 poin atau 0,26% ke level 2.808,29. Di seberang indeks Kospi Korea tercatat juga naik 8.58 poin atau 0,44% ke level 1.971,32.
Indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang berada pada tren positif setelah jatuh ke level terendah sejak 16 Maret lalu. Ekonom Pasar dari Standard Life Investments, Alex Wolf, mengatakan masih terlalu dini menyebutkan stabilitas ekonomi China karena aktivitas sektor properti yang sangat tinggi dan kebijakan fiskal. "Rebound saham properti dan stimulus fiskal lebih sebagai transisi dibandingkan mengangkat kepercayaan pasar," jelasnya.
Dukungan terhadap saham Asia sepertinya mulai berakhir saat tercatat sejak awal bulan mengalami penyusutan sebesar 3,6%. Data ekonomi yang melemah menimbulkan ketakutan hadirnya kembali resesi keempat dalam lima tahun dengan kebangkitan yen untuk menambah tekanan kepada eksportir. "Pasar sekarang mempunyai banyak pertanyaan besar tentang Abenomics," ucap Direktur Penjualan Ekuitas Jepang, Stefan Worrall.
Sektor saham hari ini tercatat mayoritas menguat dengan sektor paling perkasa adalah sektor pertambangan melonjak naik 2,17%. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,23 triliun dengan 5,42 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp9,74 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,80 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,81 triliun. Tercatat 191 saham menguat, 122 saham melemah dan 100 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp425 menjadi Rp67.000, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) menguat Rp225 menjadi Rp6.900 serta PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menanjak naik Rp225 menjadi Rp32.225.
Saham-saham yang melemah di antaranya, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menyusut Rp105 menjadi Rp4.675, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) melemah Rp85 menjadi Rp3.910 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) turun Rp75 menjadi Rp1.510.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG tercatat menanjak naik 9,94 poin atau 0,20% ke level 4.868,01 dan pada sesi I siang tadi bertahan di zona hijau dengan bertambah 17,17 poin atau 0,35% ke level 4.875,24. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat 7,90 poin atau 0,16% ke level 4.858,07.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/4/2016) pasar saham Asia terlihat goyah dengan bergerak mixed di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia hampir 2% dan data kenaikan sektor jasa China. Bursa Australia tercatat naik 21,51 poin atau 0,44% ke level 4.945,90 didorong oleh kenaikan 3,19% saham energi.
Adapun indeks Nikkei Jepang ambruk 17,46 poin atau 0,11% ke level 15.715,36 saat yen melemah pada sesi perdagangan semalam untuk kemudian sore harinya waktu setempat berada pada posisi 110,42. Pelemahan juga terjadi pada indeks Shanghai yang turun 2,47 poin atau 0,08% ke level 3.050,59.
Sementara itu penguatan justru dialami indeks Hang Seng bertambah 29,67 poin atau 0,15% ke level 20.206,67 diikuti membaiknya indeks Straits Times dengan penguatan sebesar 7,37 poin atau 0,26% ke level 2.808,29. Di seberang indeks Kospi Korea tercatat juga naik 8.58 poin atau 0,44% ke level 1.971,32.
Indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang berada pada tren positif setelah jatuh ke level terendah sejak 16 Maret lalu. Ekonom Pasar dari Standard Life Investments, Alex Wolf, mengatakan masih terlalu dini menyebutkan stabilitas ekonomi China karena aktivitas sektor properti yang sangat tinggi dan kebijakan fiskal. "Rebound saham properti dan stimulus fiskal lebih sebagai transisi dibandingkan mengangkat kepercayaan pasar," jelasnya.
Dukungan terhadap saham Asia sepertinya mulai berakhir saat tercatat sejak awal bulan mengalami penyusutan sebesar 3,6%. Data ekonomi yang melemah menimbulkan ketakutan hadirnya kembali resesi keempat dalam lima tahun dengan kebangkitan yen untuk menambah tekanan kepada eksportir. "Pasar sekarang mempunyai banyak pertanyaan besar tentang Abenomics," ucap Direktur Penjualan Ekuitas Jepang, Stefan Worrall.
Sektor saham hari ini tercatat mayoritas menguat dengan sektor paling perkasa adalah sektor pertambangan melonjak naik 2,17%. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,23 triliun dengan 5,42 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp9,74 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,80 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,81 triliun. Tercatat 191 saham menguat, 122 saham melemah dan 100 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp425 menjadi Rp67.000, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) menguat Rp225 menjadi Rp6.900 serta PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menanjak naik Rp225 menjadi Rp32.225.
Saham-saham yang melemah di antaranya, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menyusut Rp105 menjadi Rp4.675, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) melemah Rp85 menjadi Rp3.910 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) turun Rp75 menjadi Rp1.510.
(akr)
Lihat Juga :