Istana Sebut WNI Dalam Panama Papers Lebih Banyak

Rabu, 06 April 2016 - 17:41 WIB
Istana Sebut WNI Dalam...
Istana Sebut WNI Dalam Panama Papers Lebih Banyak
A A A
JAKARTA - Pemerintah menilai terungkapnya dokumen bertajuk ‘Panama Papers’, membuat banyak negara kebakaran jenggot. Pasalnya, dokumen itu mengungkap kejahatan keuangan yang diduga melibatkan sejumlah pengusaha dan politisi terkemuka dunia.

“Karena (Panama Papers) ada Perdana Menteri mengundurkan diri. Ada juga negara yang panik, terutama di negara tertentu,” kata Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di kantornya, Rabu (6/4/2016).

Sebagai informasi, terkuaknya dokumen Panama Papers membuat Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson mengundurkan diri.

Bagi pemerintah Indonesia, munculnya dokumen Panama Papers dianggap suatu hal positif. Saat bersamaan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sedang mendorong kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

“Data (Panama Papers) kami validasi, apalagi kami akan mengeluarkan tax amnesty. Sehingga jadi klop,” ujar politikus PDIP ini.

Pram menyebut bila dalam Panama Pares hanya disebutkan ‘segelintir’ warga negara Indonesia, pemerintah mengklaim memiliki data yang lebih lengkap dari Panama Papers.

“Kalau di pemerintah ada nama daftar orang, transfer uang ke mana, kapan dilakukan, dan siapa melakukan. Kita sudah punya,” tandasnya.

Pria yang akrab disap Pram menyebutkan, jika dalam Panama Papers hanya disebutkan daftar nama sejumlah warga negara Indonesia, pemerintah mengklaim memiliki data yang lebih lengkap dari Panama Papers.

Untuk diketahui, Panama Papers adalah nama dokumen yang dibocorkan koalisi media internasional pada Minggu (3/4/2016) kemarin.

Dokumen itu meliputi data transaksi rahasia keuangan para pimpinan politik dunia, skandal global dan data detil perjanjian keuangan tersembunyi para pengemplang pajak, pengedar obat-obatan terlarang, miliarder, selebriti, bintang olahraga, dan lainnya.

Terdapat 2.961 nama individu ataupun perusahaan yang muncul, saat kata kunci "Indonesia" dimasukkan. Selain itu, pada laman yang sama pun muncul 2.400 alamat di Indonesia yang terdata dalam kolom "Listed Addresses".
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Indonesia Sedang Demam...
Indonesia Sedang Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Buntut Pandora Papers,...
Buntut Pandora Papers, Jaksa Chile Akan Selidiki Presiden Pinera
Pandora Papers Bongkar...
Pandora Papers Bongkar Deretan Miliarder Dunia Curangi Pajak, Termasuk Raja Abdullah
Bos Media China: Pandora...
Bos Media China: Pandora Papers Hanya Alat Barat Ikut Campur di Negara-negara Berkembang
Donald Trump Ancam Ambil...
Donald Trump Ancam Ambil Alih Terusan Panama, Ini Respons Presiden Panama
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved