IHSG Diperkirakan Tertekan Diwarnai Aksi Profit Taking
Jum'at, 08 April 2016 - 08:28 WIB
IHSG Diperkirakan Tertekan Diwarnai Aksi Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan mulai akan bergerak tertekan diwarnai aksi profit taking.
Dia menjelaskan, secara teknikal IHSG membentuk pola bearish meeting line pada upper bollinger bands dengan tekanan jual yang cukup besar. Indikator stochastic pun mengkonfirmasi dead-cross dengan momentum tertekan pada indikator RSI. "Pada akhir pekan ini range pergerakan IHSG di level 4.840-4.910," kata dia, Jumat (8/4/2016).
Lanjar menuturkan, pada perdagangan kemarin IHSG dibuka cukup positif namun terliat tertekan selama perdagangan dan ditutup melemah tipis 0,94 poin atau berkurang 0,019% dengan volume yang cukup tinggi. Pelemahan USD membawa angin segar untuk investor asing di mana tercatat net buy terbesar pada bulan ini sebesar Rp681.13 miliar.
Harga komoditas tambang kembali naik seiring penguatan harga minyak setelah stok mingguan di AS menurun membuat investor kembali optimis pada emiten sektor pertambangan. Sehingga, dapat memimpin penguatan sektoral hingga 2,1%.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia dirilis meningkat menjadi USD107,5 miliar dari periode sebelumnya sebesar USD104,54 miliar. Peningkatan ini disinyalir akibat emisi sukuk global sebesar USD2,5 miliar.
Sementara, bursa Asia masih bergerak terkonsolidasi menjelang akhir pekan dengan mayoritas menguat tipis. Indeks saham di China melemah meskipun diakhir perdagangan secara tak terduga cadangan devisa China meningkat pada Maret setelah tekanan capital outflow mereda disebagian besar mata uang asia.
USD kembali melemah pasca the Fed menegaskan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga melihat kondisi pertumbuhan ekonomi global saat ini.
Dia menjelaskan, secara teknikal IHSG membentuk pola bearish meeting line pada upper bollinger bands dengan tekanan jual yang cukup besar. Indikator stochastic pun mengkonfirmasi dead-cross dengan momentum tertekan pada indikator RSI. "Pada akhir pekan ini range pergerakan IHSG di level 4.840-4.910," kata dia, Jumat (8/4/2016).
Lanjar menuturkan, pada perdagangan kemarin IHSG dibuka cukup positif namun terliat tertekan selama perdagangan dan ditutup melemah tipis 0,94 poin atau berkurang 0,019% dengan volume yang cukup tinggi. Pelemahan USD membawa angin segar untuk investor asing di mana tercatat net buy terbesar pada bulan ini sebesar Rp681.13 miliar.
Harga komoditas tambang kembali naik seiring penguatan harga minyak setelah stok mingguan di AS menurun membuat investor kembali optimis pada emiten sektor pertambangan. Sehingga, dapat memimpin penguatan sektoral hingga 2,1%.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia dirilis meningkat menjadi USD107,5 miliar dari periode sebelumnya sebesar USD104,54 miliar. Peningkatan ini disinyalir akibat emisi sukuk global sebesar USD2,5 miliar.
Sementara, bursa Asia masih bergerak terkonsolidasi menjelang akhir pekan dengan mayoritas menguat tipis. Indeks saham di China melemah meskipun diakhir perdagangan secara tak terduga cadangan devisa China meningkat pada Maret setelah tekanan capital outflow mereda disebagian besar mata uang asia.
USD kembali melemah pasca the Fed menegaskan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga melihat kondisi pertumbuhan ekonomi global saat ini.
(izz)
Lihat Juga :