Menkeu Akui Peran Pasar Keuangan RI Kalah dari Negara ASEAN

Jum'at, 08 April 2016 - 11:36 WIB
Menkeu Akui Peran Pasar...
Menkeu Akui Peran Pasar Keuangan RI Kalah dari Negara ASEAN
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengakui, saat ini peran pasar keuangan Indonesia belum optimal. Buktinya, dari beberapa komponen fiskal dan makro yang masih kalah dengan negara lain di ASEAN.

"Kita bisa lihat dana deposito kita itu masih rendah 40,7% dari product domestic bruto (PDB), jauh dari Singapura yang sebesar 137% depositonya terhadap PDB, Malaysia 94% dan Filipina 55%," kata Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Jumlah nilai transaksi di pasar modal juga mengalami hal sama. Jika dibanding PDB, besar pasar saham Indonesia hanya 45,2%, Thailand 104%, dan Malaysia 156%. "Angka itu kita bisa lihat keberadaan pasar keuangan yang dalam, aktif, likuid, dan efisien. Ini faktor penting meningkatkan ketersediaan dana bagi pembangunan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, berkesinambungan, dan inklusif," jelas Bambang.

Atas dasar itu, bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah sepakat perlu upaya sinergi dalam menyusun strategi nasional yang komprehensif untuk pengembangan dan pendalaman pasar modal. Pemikiran ini jadi dasar penandatanganan MoU.

"Kami menyadari masih banyak upaya inisiatif yang dilakukan dalam rangka pengembangan dan pendalaman pasar modal untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Upaya itu akan lebih efektif dan terarah dengan adanya mekanisme koordinasi yang jelas sebagaimana tertuang dalam MoU ini," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
44 menit yang lalu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
1 jam yang lalu
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
4 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
5 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
5 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
5 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved