Rupiah Awal Pekan Dibuka Menguat Saat USD Menyusut

Senin, 11 April 2016 - 10:28 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka...
Rupiah Awal Pekan Dibuka Menguat Saat USD Menyusut
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan ini dibuka menguat saat mata uang Paman Sam -julukan AS- mengalami tekanan terhadap beberapa mata uang utama. USD tercatat kembali ke posisi terendah sejak Oktober lalu saat mayoritas pasar saham Asia tergelincir.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pagi ini ada pada level Rp13.125/USD dengan kisaran harian Rp13.102-Rp13.150/USD. Posisi itu tercatat menguat 18 poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.143/USD.

Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah dibuka ada pada posisi Rp13.128/USD. Posisi ini terlihat menguat sebesar 19 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.147/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pagi ini pada sesi pembukaan ada di level Rp13.115/USD dengan kisaran harian Rp13.110-Rp13.125/USD. Posisi tersebut menguat 30 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.145/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pagi ini, rupiah berada pada level Rp13.134/USD. Posisi ini tercatat makin menguat 35 poin dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.169/USD.

Dilansir Reuters, Senin (11/4/2016) USD mendekati posisi terendah dibandingkan pekan lalu, saat investor masih menanti prospek kebijakan moneter AS ketika Bank Sentral AS (The Fade) cenderung berhati-hati sebelum memutuskan apakah bakal menaikkan kembali suku bunga acuan (Fed rate). Indeks USD terhadap enam mata uang utama tercatat turun 0,1% menjadi 94.187.

Euro sendiri terlihat mantap di posisi 1.1403 terhadap USD tidak jauh berbeda dari posisi pekan lalu 1.1454 untuk menjadi yang tertinggi sejak Oktober. Sedangkan USD sedikit tergelincir terhadap Yen Jepang menjadi 108,13 tidak lebih baik dari posisi pekan sebelumnya di level 107.67.

Melemahnya Greenback terhadap Jepang menjadi peringatan untuk menempatkan investor agar waspada terkait intervensi menjual Yen. "Dalam beberapa pekan terakhir, USD ada di jalur positif tanpa memicu intervensi," jelas Strategi Mata Uang Brown Brothers Harriman, Marc Chandler di New York.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
7 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
7 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
8 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
8 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
9 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
9 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved