Menteri Rini Dapat Tawaran Pinjaman dari Perusahaan Inggris
Rabu, 13 April 2016 - 13:41 WIB
Menteri Rini Dapat Tawaran Pinjaman dari Perusahaan Inggris
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku mendapat tawaran pinjaman dari perusahaan pembiayaan asal Inggris bernama UK Export Credit and Finance Insurance. Perusahaan tersebut tertarik untuk memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
Dia menyebutkan, UK Export Credit and Finance Insurance sangat mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sehingga, menawarkan pinjaman hingga di atas USD1 miliar. Pinjaman tersebut kemungkinan besar akan digunakan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
"Belum kita bicara, tapi mereka sangat mensupport, pokoknya di atas USD1 miliar. Yang dengan UK, kemungkinan Garuda akan memanfaatkan," katanya di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Rabu (13/4/2016).
Pinjaman yang ditawarkan UK Export Credit and Finance Insurance ini berupa kredit ekspor untuk membiayai kegiatan investasi dari modal kerja yang diberikan. "Jadi, mereka menawarkan bahwa mereka mempunyai ekspor kredit. Ekspor kredit itu bukan berarti 100% barangnya dari Inggris. Minimal 20% saja cukup, jadi itu yang kita lihat," imbuh Rini.
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini menuturkan, Indonesia juga mendapat pinjaman dari Bank Pembangunan Jerman (KfW Development Bank), yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur kelistrikan PT PLN (Persero) dan beberapa pembiayaan infrastruktur lainnya.
"Mereka (KfW) sudah memberikan kepada PLN, jadi mereka juga menawarkan untuk Pelni dan infrastruktur yang lain," tandasnya.
Dia menyebutkan, UK Export Credit and Finance Insurance sangat mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sehingga, menawarkan pinjaman hingga di atas USD1 miliar. Pinjaman tersebut kemungkinan besar akan digunakan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
"Belum kita bicara, tapi mereka sangat mensupport, pokoknya di atas USD1 miliar. Yang dengan UK, kemungkinan Garuda akan memanfaatkan," katanya di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Rabu (13/4/2016).
Pinjaman yang ditawarkan UK Export Credit and Finance Insurance ini berupa kredit ekspor untuk membiayai kegiatan investasi dari modal kerja yang diberikan. "Jadi, mereka menawarkan bahwa mereka mempunyai ekspor kredit. Ekspor kredit itu bukan berarti 100% barangnya dari Inggris. Minimal 20% saja cukup, jadi itu yang kita lihat," imbuh Rini.
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini menuturkan, Indonesia juga mendapat pinjaman dari Bank Pembangunan Jerman (KfW Development Bank), yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur kelistrikan PT PLN (Persero) dan beberapa pembiayaan infrastruktur lainnya.
"Mereka (KfW) sudah memberikan kepada PLN, jadi mereka juga menawarkan untuk Pelni dan infrastruktur yang lain," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :