BUMN Disebut Tersangkut Panama Papers, Ini Jawaban Menteri Rini

Rabu, 13 April 2016 - 16:49 WIB
BUMN Disebut Tersangkut...
BUMN Disebut Tersangkut Panama Papers, Ini Jawaban Menteri Rini
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno angkat bicara terkait tudingan beberapa pengamat yang menyebutkan ada perusahaan pelat merah yang berhubungan dengan perusahaan offshore di negara surga pajak (tax haven) menyusul bocornya skandal Panama Papers. Perusahaan cangkang atau perusahaan offshore untuk tujuan khusus merupakan sebuah struktur korporasi yang bisa digunakan untuk menyembunyikan kepemilikan aset.

Dia menambahkan bahwa tidak mengetahui banyak soal kontrak yang terjalin antara BUMN dengan perusahaan offshore di tax haven. "Karena kalau transaksi seperti itu biasanya kalau ada kontrak dengan perusahaan offshore, mungkin perusahaan offshorenya yang menekankan it bukan BUMN. Saya sendiri belum lihat dan mempelajari secara menyeluruh," katanya di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

(Baca Juga: Apindo Resah Terkait Skandal Panama Papers)

Panama Papers sendiri merupakan bocornya data klien Mossack Fonseca dimana para klien ini menyewa jasa perusahaan konsultan hukum yang berbasis di Panama tersebut dengan sejumlah motif. Mereka yang masuk dalam daftar Panama Papers adalah para pengusaha termasuk asal Indonesia yang disinyalir melarikan hartanya ke negara-negara tax haven dengan bantuan sebuah kantor firma hukum Mossack Fonseca.

(Baca Juga: Respons Jokowi Soal Skandal Panama Papers)

Hal itu dilakukan dengan berbagai motif, salah satunya adalah untuk menghindari pajak serta pencucian uang dengan mendirikan perusahaan offshore. Lebih lanjut dia mengatakan, yang diketahuinya adalah jika sebuah perusahaan meminjam sejumlah modal dari bank internasional, maka biasanya bank internasional itu yang mempersyaratkan adanya perusahaan offshore. Hal itu yang menyebabkan banyak perusahaan Tanah Air memiliki perusahaan offshore di negara surga pajak.

"Dulunya waktu zaman saya di Astra, banyak kalau kita dapat pinjaman dari bank internasional itu justru mereka sering mintanya itu adanya perusahaan offshore. Sehingga kita harus taruh dulu dana di sana," imbuh dia.

Namun menurutnya, persyaratan tersebut belakangan ini sudah tidak pernah difungsikan lagi. Dijelaskan peminjam tidak lagi mempersyaratkan adanya perusahaan offshore terhadap perusahaan yang meminjam dana.

"Sudah tidak banyak dipakai, jadi saya harus melihat kontrak seperti umpamanya Pertamina, kontrak offshorenya itu bagaimana. Terus terang saya belum lihat, saya belum mendetailkan itu. Jadi tanya ke direksi‎," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Donald Trump Ancam Ambil...
Donald Trump Ancam Ambil Alih Terusan Panama, Ini Respons Presiden Panama
Dubes Sukmo Harsono...
Dubes Sukmo Harsono Blusukan Cari Peluang Tingkatkan Kerja Sama RI-Panama
Dubes Sukmo Harsono...
Dubes Sukmo Harsono Beberkan Capaian KBRI Panama
Kepala Humas Meta Mundur...
Kepala Humas Meta Mundur di Tengah Kontroversi Facebook Papers
Buntut Pandora Papers,...
Buntut Pandora Papers, Jaksa Chile Akan Selidiki Presiden Pinera
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved