Melonjak 98,81%, BEI Suspensi Saham Pelat Timah Nusantara

Kamis, 14 April 2016 - 11:28 WIB
Melonjak 98,81%, BEI...
Melonjak 98,81%, BEI Suspensi Saham Pelat Timah Nusantara
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (Suspeni) perdagangan saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), menyusul melonjaknya harga saham peseroan.

Kepala Operasional Perdagangan BEI Eko Siswanto mengatakan, terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham NIKL sebesar Rp83 atau 98,81%, yakni dari harga penutupan Rp84 pada 8 April 2016 menjadi Rp167 pada 13 April 2016.

"Atas dasar itu, maka BEI perlu melakukan pengeentian sementara perdagagan saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) dalam rangka cooling down pada perdagangan 14 April 2016," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Kamis (14/3/2016).

Dia menjelaskan, penghentian sementara perdagangan saham NIKL tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham NIKL.

Selain itu, BEI juga meminta kepada para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Melantai di BEI, PT...
Melantai di BEI, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) Raup Dana Rp36 Miliar
Tidak Gelar Public Expose,...
Tidak Gelar Public Expose, 20 Perusahaan Tbk Didenda
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Incar Dana Rp2,25 Triliun,...
Incar Dana Rp2,25 Triliun, Cinema XXI Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia
MNC Energy Investments...
MNC Energy Investments Tegaskan Kondisi Fundamental IATA Sangat Baik
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Saham GOTO Malah Anjlok...
Saham GOTO Malah Anjlok setelah Diguyur TikTok Rp23 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved