MNC Energy Investments Tegaskan Kondisi Fundamental IATA Sangat Baik
Senin, 03 Juni 2024 - 08:58 WIB
loading...
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) memastikan kondisi fundamental terjaga dengan sangat baik. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk ( IATA ) Menyadari penurunan harga saham yang disebabkan oleh implementasi Full Call Auction. Fluktuasi tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi para investor.
Dalam keterangan resmi, perseroan mengungkap akan mengambil kesempatan tersebut untuk memberikan klarifikasi dan menegaskan kembali komitmen terhadap peningkatan nilai jangka panjang Perseroan.
Adapun pada tanggal 25 Maret 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan sistem Full Call Auction untuk saham-saham yang berada pada Papan Pemantauan Khusus. Salah satu kriteria yang memicu masuknya saham emiten ke papan ini adalah rata-rata harga saham kurang dari Rp51,00 dalam enam bulan terakhir di Pasar Reguler.
“Masuknya Perseroan ke dalam Papan Pemantauan Khusus tidak mencerminkan fundamental perusahaan. IATA mengelola 8 IUP di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan secara agresif meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan batu bara yang tinggi. Menurut laporan dari Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), IATA saat ini memiliki cadangan batu bara sebesar 386,6 juta MT,” jelas perseroan dalam keterangan resmi, Senin (3/6/2024).
Baca Juga: Masuk Pemantauan Khusus BEI, MNC Kapital Pastikan Fundamental Sangat Baik
Dalam keterangan resmi, perseroan mengungkap akan mengambil kesempatan tersebut untuk memberikan klarifikasi dan menegaskan kembali komitmen terhadap peningkatan nilai jangka panjang Perseroan.
Adapun pada tanggal 25 Maret 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan sistem Full Call Auction untuk saham-saham yang berada pada Papan Pemantauan Khusus. Salah satu kriteria yang memicu masuknya saham emiten ke papan ini adalah rata-rata harga saham kurang dari Rp51,00 dalam enam bulan terakhir di Pasar Reguler.
“Masuknya Perseroan ke dalam Papan Pemantauan Khusus tidak mencerminkan fundamental perusahaan. IATA mengelola 8 IUP di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan secara agresif meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan batu bara yang tinggi. Menurut laporan dari Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), IATA saat ini memiliki cadangan batu bara sebesar 386,6 juta MT,” jelas perseroan dalam keterangan resmi, Senin (3/6/2024).
Baca Juga: Masuk Pemantauan Khusus BEI, MNC Kapital Pastikan Fundamental Sangat Baik
Lihat Juga :