Masuk Daftar Panama Papers, Pejabat RI Didesak Mundur

Kamis, 14 April 2016 - 12:24 WIB
Masuk Daftar Panama...
Masuk Daftar Panama Papers, Pejabat RI Didesak Mundur
A A A
JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mendesak para pejabat Indonesia yang masuk dalam Panama Papers untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini untuk membangun kepercayaan publik bahwa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diisi orang-orang kredibel dan transparan.

Dalam dokumen yang memuat nama-nama pesohor dunia yang mendirikan perusahaan cangkang (offshore corporation), terdapat beberapa di antaranya merupakan pejabat negara yang saat ini masih berada di lingkungan pemerintah Indonesia. Adapun pejabat yang disebut-sebut masuk dalam Panama Papers yaitu, Rini Mariani Soewandi (Rini Soemarno) yang saat ini menjabat Menteri BUMN‎, Ketua BPK Harry Azhar Azis, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, dan politisi PPP Djan Faridz.

"Membangun kepercayaan publik dengan meminta pejabat yang masuk dalam Panama Papers untuk mengundurkan diri. Itu gentlement," ujar Sekretaris Jenderal Fitra Yenny Sucipto ‎di Kantor Seknas Fitra, Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Menurutnya, pemerintah juga harus bersikap transparan dalam menyikapi persoalan masuknya deretan pejabat negara dalam skandal pajak tersebut. "Transparan terhadap pejabat yang daftar namanya masuk dalam Panama Papers. Itu harus. Keharusan. Karena ini bicara soal integritas," imbuh dia.

‎Yenny menilai, Presiden Jokowi telah kecolongan dengan masuknya pejabat negara dalam list Panama Papers. Hal ini lantaran sistem administrasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tidak terbangun dengan baik dan hanya bersifat formalitas.

"Sistem administrasi LHKPN-nya tidak terbangun dengan baik, karena sistemnya masih konvensional dan hanya formalitas administrasi," ungkapnya.

Pemerintah, tambah dia, perlu membuat kebijakan strategis dalam‎ merespons hal tersebut melalui pembentukan tim investigasi guna melakukan penyelidikan, seperti yang dilakukan negara lain. Tim tersebut dapat melakukan penyelidikan terhadap nama pejabat yang ada di lingkar kekuasaan dan masuk dalam Panama Papers, serta sejauh mana mereka memiliki aset di negara surga pajak (tax haven country).

"‎Dia masuk kategorisasi mana. Panama Papers kan sudah melakukan kategorisasi. Satu, kalau tidak money laundering, kedua mengelak pajak, ketiga penghindaran pajak. Dia masuk yang mana, bersih atau nonbersih. Istilahnya adalah membuktikan‎ fakta yang ada," jelas Yenny.

Sementara, Peneliti Fitra Gulfino Che Guevaratto mengatakan, pejabat negara yang disebutkan dalam dokumen Panama Papers harus memberikan klarifikasi yang membuktikan bahwa yang bersangkutan tidak bersalah. Klarifikasi yang dimaksud tidak hanya pernyataan semata, melainkan klarifikasi yang berlandaskan hukum legal.

"Apabila tidak mampu memberikan klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan, maka jalan terbaik untuk mundur sebagai pejabat negara adalah langkah menjadi negarawan yang bijak," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Indonesia Sedang Demam...
Indonesia Sedang Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Buntut Pandora Papers,...
Buntut Pandora Papers, Jaksa Chile Akan Selidiki Presiden Pinera
Penggelapan Uang Pajak...
Penggelapan Uang Pajak di Samsat, Kantor Bapenda Banten Digeledah Kejati
Kasus Dugaan Penggelapan...
Kasus Dugaan Penggelapan BPHTB dan Pajak Pembelian Tanah Berakhir Damai
Makan Uang Perusahaan...
'Makan' Uang Perusahaan Ratusan Juta, Sales Diciduk Polres Kobar
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
9 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
9 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
10 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
10 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
11 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
11 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved