IHSG Berakhir Terpuruk Sendirian Saat Bursa Asia Menghijau
Kamis, 14 April 2016 - 16:47 WIB
IHSG Berakhir Terpuruk Sendirian Saat Bursa Asia Menghijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup memerah sendirian setelah sempat menguat pada pembukaan pagi tadi. IHSG sore ini berakhir melemah 38,16 poin atau 0,79% ke level 4.814,85 ketika bursa saham Asia menghijau.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air menguat 18,86 poin atau 0,39% ke level 4.871,86 saat berbalik melemah pada sesi I atau berkurang 10,56 poin atau 0,22% ke level 4.842,45. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup turun 23,43 poin atau 0,49% ke level 4.853,00.
Dilansir Reuters, Kamis (14/4/2016) bursa saham Asia melesat ke level tertinggi lebih dari empat bulan di tengah merosotnya pasar mata uang. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tercatat naik 0,5% mencapai posisi terbaik sejak 26 November. Total telah meningkat 5% sejak akhir pekan kemarin dan memberi sinyal akan terus mendapatkan keuntungan.
Adapun Nikkei Jepang menguat 529,83 poin atau 3,23% ke level 16.911,05 di tengah pelemahan yen terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Keseluruhan bursa Asia termasuk Australia juga melonjak naik 63,94 poin atau 1,27% ke level 5.118,60 terdorong melesatnya saham sektor keuangan saat empat bank besar yakni ANZ, Commonwealth Bank of Australia, Westpac dan NAB bertambah antara 1,33% sampai 2,64%.
Indeks Kospi Korea Selatan juga berakhir naik 34.61 poin atau 1,75% ke level 2.015,93 diikuti penguatan indeks Hang Seng yang bertambah 179,1 poin atau 0,85% ke level 21.337,81. Selanjutnya indeks Shanghai ditutup di zona hijau dengan kenaikan 15,72 poin atau 0,51% ke level 3.082,36.
Sektor saham dalam negeri tercatat mayoritas berada di wilayah positif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah pertambangan yang anjlok 2,56% diikuti pelemahan sektor aneka industri 2,28%. Sedangkan satu-satunya sektor yang mengalami penguatan yakni pertanian atau naik sebesar 0.31%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,41 triliun dengan 5,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp200,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,93 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp2,73 triliun. Tercatat 116 saham menguat, 181 saham melemah dan 103 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) bertambah Rp50 menjadi Rp1.470, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) naik Rp45 menjadi Rp1.340 dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menguat Rp35 menjadi Rp1.735.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp1.400 menjadi Rp65.500, PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) melemah Rp450 menjadi Rp4.250 serta PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun Rp400 menjadi Rp7.500.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air menguat 18,86 poin atau 0,39% ke level 4.871,86 saat berbalik melemah pada sesi I atau berkurang 10,56 poin atau 0,22% ke level 4.842,45. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup turun 23,43 poin atau 0,49% ke level 4.853,00.
Dilansir Reuters, Kamis (14/4/2016) bursa saham Asia melesat ke level tertinggi lebih dari empat bulan di tengah merosotnya pasar mata uang. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tercatat naik 0,5% mencapai posisi terbaik sejak 26 November. Total telah meningkat 5% sejak akhir pekan kemarin dan memberi sinyal akan terus mendapatkan keuntungan.
Adapun Nikkei Jepang menguat 529,83 poin atau 3,23% ke level 16.911,05 di tengah pelemahan yen terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Keseluruhan bursa Asia termasuk Australia juga melonjak naik 63,94 poin atau 1,27% ke level 5.118,60 terdorong melesatnya saham sektor keuangan saat empat bank besar yakni ANZ, Commonwealth Bank of Australia, Westpac dan NAB bertambah antara 1,33% sampai 2,64%.
Indeks Kospi Korea Selatan juga berakhir naik 34.61 poin atau 1,75% ke level 2.015,93 diikuti penguatan indeks Hang Seng yang bertambah 179,1 poin atau 0,85% ke level 21.337,81. Selanjutnya indeks Shanghai ditutup di zona hijau dengan kenaikan 15,72 poin atau 0,51% ke level 3.082,36.
Sektor saham dalam negeri tercatat mayoritas berada di wilayah positif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah pertambangan yang anjlok 2,56% diikuti pelemahan sektor aneka industri 2,28%. Sedangkan satu-satunya sektor yang mengalami penguatan yakni pertanian atau naik sebesar 0.31%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,41 triliun dengan 5,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp200,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,93 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp2,73 triliun. Tercatat 116 saham menguat, 181 saham melemah dan 103 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) bertambah Rp50 menjadi Rp1.470, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) naik Rp45 menjadi Rp1.340 dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menguat Rp35 menjadi Rp1.735.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp1.400 menjadi Rp65.500, PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) melemah Rp450 menjadi Rp4.250 serta PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun Rp400 menjadi Rp7.500.
(akr)
Lihat Juga :