Rupiah Akhir Pekan Ditutup Semringah, USD Membaik
Jum'at, 15 April 2016 - 17:36 WIB
Rupiah Akhir Pekan Ditutup Semringah, USD Membaik
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir pekan ini berakhir menguat. Penguatan mata uang Garuda ini terjadi pada saat USD mulai membaik terhadap beberapa mata uang utama.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp13.177/USDdengan kisaran Rp13.140-Rp13.190/USD. Posisi itu tercatat menguat tipis hanya tiga poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.180/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.170/USD. Posisi ini lebih baik atau naik sebesar 30 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.200/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.182/USD dengan kisaran harian Rp13.145-Rp13.183/USD. Posisi itu terapresiasi dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.199/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.166/USD. Posisi ini tercatat makin menguat dari posisi kemarin di level Rp13.238/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (15/4/2016) rilis data GDP China jadi pendorong saham, harga komoditas dan USD untuk mengkosolidasikan keuntungan selama satu pekan. Sentimen juga datang jelang pertemuan para produsen minyak dunia terkait upaya penekanan produksi global akhir pekan ini di Doha, Qatar.
Pertumbuhan ekonomi China tercatat tumbuh 6,7% pada kuartal pertama tahun ini. Mata uang utama yang paling tergantung terhadap China yakni dolar Australia dan Selandia Baru yang masing-masing mengalami kenaikan 0,3 dan 0,9% terbantu keuntungan harga komoditas.
USD tercatat total telah mengalami penguatan lebih dari 1% terhadap yen dan euro sepanjang pekan ini. Euro terhadap USD sedikit berubah pada level 1.1261 mendekati sesi terendah dalam dua pekan yakni di posisi 1.1233. Sedangkan USD terhadap yen turun 0.29% di level 109.13, menarik diri dari posisi tertinggi satu pekan 109.73 pada sesi sebelumnya.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp13.177/USDdengan kisaran Rp13.140-Rp13.190/USD. Posisi itu tercatat menguat tipis hanya tiga poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.180/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.170/USD. Posisi ini lebih baik atau naik sebesar 30 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.200/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.182/USD dengan kisaran harian Rp13.145-Rp13.183/USD. Posisi itu terapresiasi dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.199/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.166/USD. Posisi ini tercatat makin menguat dari posisi kemarin di level Rp13.238/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (15/4/2016) rilis data GDP China jadi pendorong saham, harga komoditas dan USD untuk mengkosolidasikan keuntungan selama satu pekan. Sentimen juga datang jelang pertemuan para produsen minyak dunia terkait upaya penekanan produksi global akhir pekan ini di Doha, Qatar.
Pertumbuhan ekonomi China tercatat tumbuh 6,7% pada kuartal pertama tahun ini. Mata uang utama yang paling tergantung terhadap China yakni dolar Australia dan Selandia Baru yang masing-masing mengalami kenaikan 0,3 dan 0,9% terbantu keuntungan harga komoditas.
USD tercatat total telah mengalami penguatan lebih dari 1% terhadap yen dan euro sepanjang pekan ini. Euro terhadap USD sedikit berubah pada level 1.1261 mendekati sesi terendah dalam dua pekan yakni di posisi 1.1233. Sedangkan USD terhadap yen turun 0.29% di level 109.13, menarik diri dari posisi tertinggi satu pekan 109.73 pada sesi sebelumnya.
(akr)