Kondisi Stabil Ekonomi RI Dorong Munculnya BI 7-Days Repo
Minggu, 17 April 2016 - 17:05 WIB
Kondisi Stabil Ekonomi RI Dorong Munculnya BI 7-Days Repo
A
A
A
JAKARTA - Ekonom dari Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan reformasi kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dari BI rate menjadi BI 7 day Reserve Repo Rate merupakan diskusi dan bahan pembicaraan sejak lama. Namun lantaran kondisi makro ekonomi Indonesia dan global sedang stabil, maka BI 7-Days Repo muncul dan mulai berlaku Agustus nanti.
(Baca Juga: BI 7-Days Repo Rate Diharapkan Sinkronkan Suku Bunga)
Dia menambahkan kebijakan ini sebenarnya bukan sinyal BI untuk melonggarkan atau mengetatkan sistem moneter. Mereka hanya memberlakukan suku bunga acuan jangka pendek yang akan menggunakan tenor tujuh hari dari sebelumnya suku bunga dipatok satu tahun.
"Ini sebenarnya sudah lama mereka diskusikan. Para ekonom juga sempat membicarakan ini. Hanya saja memang baru bisa dilakukan, karena sekarang kondisi ekonomi kita sedang pas. Istilahnya begitu," kata dia kepada Sindonews, Jakarta, Minggu (17/4/2016).
Saat ini, lanjut dia ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi cukup stabil, dimana makronya sedang bagus, defisit transaksi berjalan juga menurun, kondisi global juga lumayan stabil dan begitupun dengan kondisi moneter.
"Disamping itu inflasi kita juga cukup bagus. Jadi mungkin ini yang membuat Bank Indonesia mempertimbangkan melakukan kebijakan suku bunga acuan jangka pendek ini," sambungnya.
Meski demikian untuk kedepannya, dia memperkirakan tidak ada yang banyak berubah dari kebijakan BI mengenai suku bunga. Hanya patokan dan jangka waktunya saja yang berubah dari setahun menjadi 7 hari.
"Dia tidak menghapus suku bunga kebijakan dan dia juga tidak menghapus stands kebijakannya. Tidak ada pengetatan atau pelonggaran. Segitu saja, tidak ada yang berubah," pungkasnya.
(Baca Juga: BI 7-Days Repo Rate Diharapkan Sinkronkan Suku Bunga)
Dia menambahkan kebijakan ini sebenarnya bukan sinyal BI untuk melonggarkan atau mengetatkan sistem moneter. Mereka hanya memberlakukan suku bunga acuan jangka pendek yang akan menggunakan tenor tujuh hari dari sebelumnya suku bunga dipatok satu tahun.
"Ini sebenarnya sudah lama mereka diskusikan. Para ekonom juga sempat membicarakan ini. Hanya saja memang baru bisa dilakukan, karena sekarang kondisi ekonomi kita sedang pas. Istilahnya begitu," kata dia kepada Sindonews, Jakarta, Minggu (17/4/2016).
Saat ini, lanjut dia ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi cukup stabil, dimana makronya sedang bagus, defisit transaksi berjalan juga menurun, kondisi global juga lumayan stabil dan begitupun dengan kondisi moneter.
"Disamping itu inflasi kita juga cukup bagus. Jadi mungkin ini yang membuat Bank Indonesia mempertimbangkan melakukan kebijakan suku bunga acuan jangka pendek ini," sambungnya.
Meski demikian untuk kedepannya, dia memperkirakan tidak ada yang banyak berubah dari kebijakan BI mengenai suku bunga. Hanya patokan dan jangka waktunya saja yang berubah dari setahun menjadi 7 hari.
"Dia tidak menghapus suku bunga kebijakan dan dia juga tidak menghapus stands kebijakannya. Tidak ada pengetatan atau pelonggaran. Segitu saja, tidak ada yang berubah," pungkasnya.
(akr)