Kadin Indonesia dan Jerman Teken Kerja Sama USD875 Juta

Senin, 18 April 2016 - 11:41 WIB
Kadin Indonesia dan...
Kadin Indonesia dan Jerman Teken Kerja Sama USD875 Juta
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan terealisasinya sejumlah Penandatanganan Nota Kesepahaman antara perusahaan-perusaahaan Eropa dan Indonesia, bersamaan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Eropa pada 17-22 April 2016.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden akan melakukan kunjungan ke-4 negara yakni Inggris, Jerman, Belgia dan Belanda bersama rombongan para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin yang dipimpin Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

Rosan mengatakan, penandatanganan MoU yang akan dilakukan dihadapan Presiden ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan ekonomi Indonesia. "Penandatangan Nota Kesepahaman di hadapan Presiden merupakan kontribusi riil bagi perkembangan perekonomian nasional," ujar Rosan dalam rilisnya, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan, Kadin dalam kunjungan ini membawa sejumlah delegasi bisnis dari berbagai sektor seperti Energi, Industri, Agribisnis, Telekomunikasi, Maritim dan berbagai sektor lainnya yang akan dipertemukan dengan para pelaku usaha di Negara-negara yang dikunjungi dalam ajang forum bisnis.

Menurutnya, ini ajang yang sangat penting dalam memperbesar ataupun membuka potensi investasi baru di Indonesia. "Ini jug sekaligus mempercepat tercapainya kerja sama dagang dibawah kerangka CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) dengan Uni Eropa, yang ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan," ujar Shinta.

Berdasarkan data Kadin, pada hari pertama kunjungan di Berlin-Jerman, ditargetkan akan ada penandatanganan nota kesepahaman Business to Business antara pelaku usaha Indonesia dengan Jerman senilai investasi USD875 juta.

Dari nilai tersebut USD800 juta merupakan penandatangan nota kesepahaman antara Ferrostahl Cronimet-ANTAM, USD40 juta Myer Werft-Pelni kemudian April-Inava sebesar USD35 juta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sambut Gelaran Munas...
Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Akomodir Kepentingan...
Akomodir Kepentingan Daerah, Kadin Jabar Dukung Arsjad Rasjid
Bandel Munas Kadin Tetap...
Bandel Munas Kadin Tetap Digelar, Awas Kena Covid!
Konvensi ALB KADIN Digelar...
Konvensi ALB KADIN Digelar Besok secara Daring
Arsyad Rasyid: UMKM...
Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
Rosan, Arsjad dan Anin...
Rosan, Arsjad dan Anin Puas dengan Hasil Munas KADIN
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved