Euro Keok Lawan Yen, Rupiah Ditutup Terapresiasi

Senin, 18 April 2016 - 17:07 WIB
Euro Keok Lawan Yen,...
Euro Keok Lawan Yen, Rupiah Ditutup Terapresiasi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini akhirnya ditutup sedikit teraperesiasi setelah pada pembukaan tadi pagi dibuka melemah. Penguatan rupiah sore ini terjadi pada saat yen kembali menguat terhadap USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.155/USD dengan kisaran harian Rp13.155-Rp13.210/USD. Posisi tersebut menguat 27 poin dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.182/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp13.170/USD dengan kisaran Rp13.151-Rp13.218/USD. Posisi itu tercatat menguat 7 poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.177/USD.

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.172/USD. Posisi ini terlihat melemah atau stabil dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.170/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.204/USD. Posisi ini tercatat semakin melemah dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.166/USD.

Dilansir dari Reuters hari ini, mata uang komoditas masih merosot di tengah melonjaknya yen setelah eksportir minyak utama gagal mencapai kesepakatan untuk membekukan produksi dan membuat harga minyak kembali jatuh.

Namun, euro terhadap yen masih melemah 1% ke level 121,71 atau terendah sejak 1 April 2013 pada saat Bank of Japan meluncurkan program pembelian aset secara besar-besaran. Meski demikian, euro terhadap USD masih terlihat naik sebesar 0,2% menjadi 1,1300.

Amerika Serikat menawarkan respons untuk keprihatinan yang disuarakan Tokyo bahwa kenaikan yen yang terlalu tajam dan dapat membenarkan intervensi, dengan Menteri Keuangan Jack Lew mengatakan pada pertemuan G20 belum lama ini bahwa dia tidak melihat pasar mata uang bergerak teratur.

Hasil dari pertemuan G20 dan jatuhnya ekuitas Jepang di tengah kekhawatiran dampak ekonomi dari gempa bumi yang mematikan di selatan Jepang yang negatif untuk USD terhadap yen, kata Masashi Murata, ahli strategi mata uang untuk Brown Brothers Harriman di Tokyo.

Di sisi lain, dolar Kanada tergelincir 1% ke level 1,2948 dibanding rekannay di AS. Sementara, dolar Australia jatuh 0,7% menjadi 0,7673.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
15 menit yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
1 jam yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
1 jam yang lalu
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
2 jam yang lalu
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
3 jam yang lalu
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved