Harga Minyak Dunia Kembali Melorot
Selasa, 19 April 2016 - 07:57 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Melorot
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak dunia kembali merosot setelah rencana produsen minyak utama untuk membekukan produksi gagal, tetapi pengurangan produksi minyak oleh Kuwait membantu pasar hanya sedikit mengalami penurunan dan menetap dari posisi terendah hari itu.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/4/2016), pengurangan produksi lebih dari 60% oleh Kuwait, memberikan dukungan untuk harga seperti brent dan Dubai. Harga minyak brent sebelumnya anjlok 7% setelah perusahaan minyak dari OPEC dan non-OPEC gagal mencapai kesepakatan mengenai rencana untuk membekukan produksi pada pertemuan di Doha, Qatar.
Harga minyak brent turun 19 sen atau 0,4% menjadi USD42,91 per barel atau jatuh USD3 di awal sesi. Sementara harga mibyak AS, West Texas Intermediate (WTI) juga turun 58 sen atau 1,4% ke level USD39,78 per barel, setelah tergelincir ke posisi USD37,61.
Sementara, dampak dari rencana Doha bisa membebani pemulihan harga minyak yang beberapa hari terkahir sempat naik, pasar mungkin tidak jatuh sebanyak itu pada awal tahun ini, ketika brent mencapai posisi terendah dalam 12 tahun di sekitar USD27 yang terjadi pada awal Januari.
"Secara bertahap penurunan produksi serta pemeliharaan yang direncanakan dalam menghadapi permintaan minyak tangguh di kuartal I baru-baru ini menunjuk meningkatkan fundamental minyak," kata analis di Goldman Sachs dalam sebuah catatannya.
"Sementara beberapa peramal mungkin harga minyak akan menyentuh USD20, kami mengharapkan dukungan yang solid pada WTI di harga USD35," kata Jim Ritterbusch di Chicago konsultan minyak Ritterbusch & Associates.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/4/2016), pengurangan produksi lebih dari 60% oleh Kuwait, memberikan dukungan untuk harga seperti brent dan Dubai. Harga minyak brent sebelumnya anjlok 7% setelah perusahaan minyak dari OPEC dan non-OPEC gagal mencapai kesepakatan mengenai rencana untuk membekukan produksi pada pertemuan di Doha, Qatar.
Harga minyak brent turun 19 sen atau 0,4% menjadi USD42,91 per barel atau jatuh USD3 di awal sesi. Sementara harga mibyak AS, West Texas Intermediate (WTI) juga turun 58 sen atau 1,4% ke level USD39,78 per barel, setelah tergelincir ke posisi USD37,61.
Sementara, dampak dari rencana Doha bisa membebani pemulihan harga minyak yang beberapa hari terkahir sempat naik, pasar mungkin tidak jatuh sebanyak itu pada awal tahun ini, ketika brent mencapai posisi terendah dalam 12 tahun di sekitar USD27 yang terjadi pada awal Januari.
"Secara bertahap penurunan produksi serta pemeliharaan yang direncanakan dalam menghadapi permintaan minyak tangguh di kuartal I baru-baru ini menunjuk meningkatkan fundamental minyak," kata analis di Goldman Sachs dalam sebuah catatannya.
"Sementara beberapa peramal mungkin harga minyak akan menyentuh USD20, kami mengharapkan dukungan yang solid pada WTI di harga USD35," kata Jim Ritterbusch di Chicago konsultan minyak Ritterbusch & Associates.
(izz)
Lihat Juga :