Kembangkan Tenaga Kerja Terampil, Pemerintah Siapkan Rp44 Triliun

Selasa, 19 April 2016 - 17:51 WIB
Kembangkan Tenaga Kerja...
Kembangkan Tenaga Kerja Terampil, Pemerintah Siapkan Rp44 Triliun
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, ‎Rizal Ramli menyebutkan pemerintah berencana menyiapkan anggaran sekitar Rp44 triliun selama lima tahun untuk mengembangkan tenaga kerja terampil di Indonesia. Angka tersebut hanya 10% dari anggaran pemerintah untuk pendidikan umum.

Dia mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK), penyediaan pelatih (trainer), kurikulum, dan infrastruktur. Tak hanya itu, pemerintah juga akan menggandeng negara lain untuk menjadi counter partner yang akan ditempatkan di ‎masing-masing BLK.

"‎Anggaran untuk 5 tahun butuh Rp44 triliun minimum. Kurang dari 10% dari pendidikan umum. Itu untuk pembiayaan selama 4 tahun. Bukan bangun fisiknya, itu sudah ada, yang penting trainernya. Jadi di setiap Balai Latihan Kerja (BLK) ada country partner atau negara sahabat yang jadi partner yang sediakan kurikulum dan infrastrukturnya," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (19/4/2016).

(Baca Juga: Rizal Ramli Ungkap Penyebab Tenaga Kerja RI Minim Skill)

Dia mencontohkan, Jerman yang memiliki keterampilan di bidang teknik dan otomotif akan digandeng untuk pengembangan BLK khusus teknik dan otomotif. Dengan kerja sama tersebut, pemerintah juga akan mendatangkan peralatan serta pelatih dari Jerman.

"Misalnya, Jerman yang bagusnya engineering atau otomotif. Nanti peralatan dan infrastrukturnya kita kerjasama dengan Jerman. Lalu ada corporate associate, jadi perusahaan yang terkait misalnya dengan otomotif ada BMW, Merci jadi pengajarnya langsung dari mereka," terang dia.

Pemerintah, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, juga akan menempatkan BLK sesuai dengan kebutuhan tempat dan lokasi. Misal, di 10 destinasi baru akan dikembangkan BLK khusus pariwisata.

"‎Kalau ada ratusan BLK di Indonesia, kita mesti pilah-pilah misalnya, di 10 lokasi wisata baru, BLK nya khusus pariwisata saja. Untuk daerah industri beda lagi. Jadi ada spesialisasi masing-masing," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
5 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
5 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
6 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
6 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved