ESDM Tak Sepakat Bentuk Agregator Gas Nasional

Rabu, 20 April 2016 - 13:08 WIB
ESDM Tak Sepakat Bentuk...
ESDM Tak Sepakat Bentuk Agregator Gas Nasional
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sepertinya belum satu suara soal pembentukan badan agregator gas, setelah Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM, I GN Wiratmaja Puja mengaku dirinya tidak sepakat terkait rencana pembentukan badan agregator gas. Hal ini lantaran dinilai terkesan memonopoli pasar.

Dia menambahkan lebih memilih membentuk badan penyangga gas yang dimaksudkan untuk menentukan harga gas industri yang nantinya akan disalurkan ke konsumen. Menurutnya hal ini dilakukan karena melihat fakta di lapangan bahwa terjadi ketidakadilan harga yang sampai ke konsumen.

"‎Bukan agregator (gas) ya karena itu semacam monopoli. Jadi saya ingin lebih kepada badan penyangga (gas) untuk menentukan harga," katanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

(Baca Juga: Menteri ESDM Sebut PGN Layak Jadi Agregator Gas Nasional)

Lanjut dia pihaknya menemukan situasi yang kompleks di mana harga gas tidak sama di beberapa daerah. ‎Misalnya, di Jawa Timur harga gas industri murah, sementara di wilayah Sumatera Utara harganya dua kali lipat lebih tinggi dari harga yang ada di Jawa. "Lantas pemerintah harus membuat aturan untuk mengumpulkan semua sumber gas dan menentukan harga," imbuh dia.

(Baca Juga: Pengamat Nilai Pertagas Lebih Cocok Jadi Agregator Gas)

Tak hanya itu, diterangkan juga harga gas untuk industri biasanya lebih murah. Sementara harga gas untuk industri kelistrikan jauh lebih mahal. "‎Ini yang harus kita diskusikan agar harganya lebih adil," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
BPH Migas dan PGN Tinjau...
BPH Migas dan PGN Tinjau Pembangunan Jaringan Gas Bumi di Sleman
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved