Pemerintah Didesak Dorong Pertumbuhan Womenpreneur

Kamis, 21 April 2016 - 13:34 WIB
Pemerintah Didesak Dorong...
Pemerintah Didesak Dorong Pertumbuhan Womenpreneur
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai sudah saat mendorong tumbuhnya wirausahawan perempuan (womenpreneur) agar bisa semakin kompetitif menghadapi era persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sejauh ini kaum perempuan di daerah masih banyak menemui kendala dalam merintis usaha secara mandiri.

''Saat ini masih banyak perempuan di berbagai pelosok tanah air yang hidup dalam himpitan ekonomi. Mereka perlu dibangkitkan dari keterpurukan ekonomi,'' kata pemerhati ekonomi dari Indosterling Capital, William Henley di Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Dia menerangkan saran tersebut berkaitan dengan Hari Kartini pada 21 April. Sebagaimana Kartini, kata dia, sudah sepatutnya semua pihak berani memperjuangkan kesetaraan laki dan perempuan dalam berbagai bidang, termasuk dalam bisnis.

''Ini bisa dimulai dari perempuan itu sendiri. Mereka harus memiliki rasa percaya yang tinggi, bahwa mereka mampu mandiri secara ekonomi dan menjadi pebisnis tangguh,'' ujarnya.

Lanjut dia berdasarkan data yang pernah dirilis Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), kaum perempuan adalah pihak yang paling banyak menggeluti sektor bisnis. Dari 52 juta pelaku UKM di Indonesia yang terdata, sebanyak 60% dikelola oleh perempuan.

Jika selama ini UKM dikatakan sektor paling kebal dari krisis dan menjadi penyelamat ekonomi nasional, William mengatakan, maka pengusaha perempuan tentunya memiliki peran sangat siginifikan dalam perekonomian nasional.

''Bercermin dari kondisi tersebut, perlu kiranya ada upaya yang lebih terencana untuk mendorong kemandirian perempuan secara ekonomi. Di sinilah peran pemerintah harusnya mampu memberikan berbagai kemudahan buat kaum perempuan," paparnya.

Sejauh ini dia menagku melihat kaum perempuan yang ingin merintis usaha kerap kali mengalami kendala permodalan. Sektor perbankan, kata dia, masih enggan mengucurkan kredit karena menganggap belum bankable dan usahanya tidak prospektif.

Kendala lain sulitnya adalah menembus pasar. Mereka sudah mampu menciptakan produk bernilai ekonomi, namun bingung kemana produk akan dipasarkan. ''Minimnya informasi tentang target pasar dan buruknya infrastruktur mempersulit penjualan produk dari satu daerah ke daerah lain,'' sambung dia.

Padahal untuk membangun jiwa kewirausahaan di pedesaan, menurut William, sebenarnya bisa melalui komunitas. Pertimbangannya ikatan kekerabatan (keguyuban) masyarakat di pedasaan masih kuat. Perlu dibangun cluster - cluster pengembangan ekonomi sesuai karakteristik daerah masing-masing.

Dicontohkan di Palembang perlu dibangun cluster ekonomi kain songket dengan perempuan sebagai tulang punggungnya. Hal yang sama bisa dilakukan di Pakelongan untuk cluster ekonomi produk-produk berbasis batik. Lalu agar hasilnya maksimal, kata William, program tersebut harus bersifat lintas sektoral.

''Kita memiliki beberapa kementerian dan lembaga yang harusnya bisa mengemas program pemberdayaan perempuan yang mumpuni. Kementerian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Badan Ekonomi Kreatif harus satu irama untuk memberdayakan perempuan,'' pintanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Bangun Jiwa Entrepreneur...
Bangun Jiwa Entrepreneur dan Leadership, Finalis Puteri Indonesia 2022 Dapat Pembekalan dari BSI
Konsisten Cetak Entrepreneur,...
Konsisten Cetak Entrepreneur, ITB Nobel Kembali Wisuda 280 Mahasiswa
ITC SheTrades-Unilever...
ITC SheTrades-Unilever Kolaborasi untuk Dorong Rantai Pasok di Indonesia Responsif pada Kesetaraan Gender
Sandination Academy...
Sandination Academy dan YIS Gelar Master Class Financial di Jaksel
Kisah Entrepreneur Muda...
Kisah Entrepreneur Muda yang Kini Jadi Legenda Forex Tanah Air
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
7 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
55 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved