BI Prediksi April 2016 Deflasi 0,3%

Kamis, 21 April 2016 - 19:23 WIB
BI Prediksi April 2016...
BI Prediksi April 2016 Deflasi 0,3%
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi April 2016 akan terjadi deflasi sekitar 0,3%. Hal ini didukung oleh penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, BI Juda Agung ‎menuturkan, perkiraan deflasi tersebut juga terjadi lantaran tarif angkutan umum pada periode tersebut mengalami penurunan sekitar 4%. Turunnya tarif angkutan umum ini merupakan dampak dari penurunan harga BBM periode April 2016.

"Bulan ini deflasi, karena ada penurunan harga premium,, solar dan tarif angkutan turun sekitar 4% deflasi sekitar 0,3%," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Dia menambahkan, harga pangan sepanjang April 2016 juga tidak terlalu mengalami gejolak yang berarti. Sejauh ini, sambung dia, harga bahan kebutuhan pokok cenderung stabil sehingga berdampak pada inflasi periode April 2016. "Harga pangan tidak ada yang terlalu bergejolak di bulan ini. Saya kira udah stabilizing," imbuh dia.

Menurutnya, keputusan BI untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan ‎(BI rate) merupakan langkah tepat. Karena, hal tersebut setidaknya mampu memperlambat laju inflasi. Sekadar mengingatkan, bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali sejak awal tahun sebanyak 0,75% menjadi 6,75%.

"Keputusan tersebut sejalan dengan upaya untuk mencapai sasaran inflasi 2016 sebesar 4±1% dan tetap konsisten dengan upaya mendorong momentum pemulihan ekonomi domestik," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada Maret 2016 inflasi tercatat rendah dan semakin mendukung prospek pencapaian sasaran inflasi 2016 yakni 4±1%. ‎Inflasi tercatat sebesar 0,19% (month to month/mtm) atau 4,45% (year on year/yoy), terutama disumbang oleh inflasi komponen bahan makanan olahan (volatile foods).

Tekanan inflasi volatile foods bersumber dari kenaikan harga beberapa komoditas pangan akibat gangguan pasokan. Di sisi lain, kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami deflasi terutama bersumber dari penurunan tarif listrik, tarif angkutan udara dan BBM nonsubsidi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
BI Buka Ruang Penurunan...
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
Tok, BI Tahan Suku Bunga...
Tok, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
7 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
7 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
9 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
12 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
15 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
15 jam yang lalu
Infografis
Dokumen CIA Prediksi...
Dokumen CIA Prediksi Siapa Pemenang Perang India dan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved