RI Bakal Kesulitan Terapkan Keterbukaan Data Pajak dan Bank

Jum'at, 22 April 2016 - 19:25 WIB
RI Bakal Kesulitan Terapkan...
RI Bakal Kesulitan Terapkan Keterbukaan Data Pajak dan Bank
A A A
JAKARTA - Indonesia diyakini akan kesulitan menerapkan keterbukaan dan pertukaran informasi perbankan untuk pajak dalam Automatic Exchange of Information (AEoI) pada akhir 2017. Pasalnya Indonesia memiliki kelemahan data perpajakan yang dapat diberikan kepada negara lain yang memberlakukan AEoI.

Direktur Eksekutif CITA, Yustinus Prastowo mengatakan, ‎keterbukaan data dari kesepakatan AEoI tersebut menganut azas resiprokal, di mana jika Indonesia menginginkan data pajak dari negara lain maka Indonesia harus terlebih dahulu memberikan data dan informasi perpajakan ke negara tersebut.

"Kita bisa memberi data dari Singapura dan sebaliknya," katanya dalam sebuah diskusi di Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Sayangnya, sambung dia, Indonesia mengalami kelemahan dalam kelengkapan data tersebut. Apalagi, tingkat kerahasiaan perbankan di Tanah Air masih tinggi dibanding negara lain di lingkungan ASEAN.‎ "Kerahasiaan perbankan masih lebih tinggi dari Singapura, Thailand, Malaysia dan Filipina," imbuh dia.

(Baca Juga: Semua Negara Surga Pajak Akan Buka Akses Keuangan 2018)

Oleh sebab itu, jika Indonesia menginginkan untuk memperoleh data-data tersebut maka terlebih dahulu yang harus dilakukan perbaikan adalah dari sisi regulasi. Selain itu, pemerintah juga harus melakukan reformasi penegakan hukum.‎

"‎Persoalannya politis, berani tidak DPR bersama-sama menyelesaikan UU pajak, perbankan. Membuka akses perbankan untuk pajak, menginisiasi mengidentifikasi single indetification number supaya bisa dicapture. Menjadikan Direktorat (Ditjen) Pajak badan yang otonom, lebih kuat kredible. Reformasi penegak hukum," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Percepat Pemulihan,...
Percepat Pemulihan, Pemerintah Perluas Penerima Insentif Pajak
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Pertalite dan Pertamax dari SPBU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved