IHSG Awali Pekan di Zona Hijau, Bursa Asia Mixed
Senin, 25 April 2016 - 09:42 WIB
IHSG Awali Pekan di Zona Hijau, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau ketika mayoritas bursa Asia bergerak variatif. Jelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Bank Sentral Jepang membuat investor berharap ada sinyal terkait kebijakan yang akan diambil untuk kedepannya.
IHSG awal pekan ini dibuka menguat di zona hijau atau bertambah 3,80 poin atau 0,08% ke level 4.918,54. Sementara bursa saham Tanah Air pada perdagangan kemarin kembali ditutup tembus level 4.900 atau melesat naik 11,65 poin atau 0,24% ke level 4.914,74 di tengah mayoritas melemahnya pasar saham Asia.
Pada hari ini seperti dilansir Reuters, Senin (25/4/2016) pasar saham Asia mayoritas tertekan dan berada di zona merah. Tercatat indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,2% dalam sesi perdagangan awal hari ini saat pasar modal Australia hari ini libur.
Indeks Nikkei Jepang juga turun 0,66% ke level 17.456,24 diikuti kejatuhan indeks Hang Seng yang menyusut 85,89 poin atau 0,40% ke posisi 21.381,15. Pelemahan juga dialami indeks Shanghai berkurang 19.35 poin atau 0,65% ke level 2.939,89 dan indeks Straits Times juga turun 22,80 poin atau 0,78% ke level 2.917,63.
Dilaporkan Bloomberg pada akhir pekan kemarin Bank Sentral Jepang tengah mempertimbangkan menerapkan suku bunga negatif dengan program pinjaman institusi keuangan. Sedangkan beberapa investor masih yakin Bank Sentral mungkin akan memilih untuk menjaganya tetap stabil dampak dari suku bunga negatif yang ditetapkan pada 29 Januari lalu.
"Perbedaan suku bunga AS dan Jepang menjadikan yen tanpa momentum. Pengikut momentum dan tren mewakili pasar berjangka dan mungkin melihat ada pergeseran pada reli USD," jelas Kepala Global Strategi Brown Brothers Harriman , Marc Chandler.
Sektor saham dalam negeri hari ini terlihat variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 1,56%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumen yang melemah 0,56%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp395 miliar dengan 504 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp20,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp102,3 miliar dan aksi beli Rp122,4 miliar. Tercatat 94 saham menguat, 56 saham melemah dan 69 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp300 menjadi Rp67.300, PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) naik Rp180 menjadi Rp2.240 serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menguat Rp50 atau 0,7% menjadi Rp6.675.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menyusut Rp110 menjadi Rp1.105, PT Duta Anggada Realty Tbk. (DART) melemah Rp50 menjadi Rp450 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) berkurang Rp50 menjadi Rp7.225.
IHSG awal pekan ini dibuka menguat di zona hijau atau bertambah 3,80 poin atau 0,08% ke level 4.918,54. Sementara bursa saham Tanah Air pada perdagangan kemarin kembali ditutup tembus level 4.900 atau melesat naik 11,65 poin atau 0,24% ke level 4.914,74 di tengah mayoritas melemahnya pasar saham Asia.
Pada hari ini seperti dilansir Reuters, Senin (25/4/2016) pasar saham Asia mayoritas tertekan dan berada di zona merah. Tercatat indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,2% dalam sesi perdagangan awal hari ini saat pasar modal Australia hari ini libur.
Indeks Nikkei Jepang juga turun 0,66% ke level 17.456,24 diikuti kejatuhan indeks Hang Seng yang menyusut 85,89 poin atau 0,40% ke posisi 21.381,15. Pelemahan juga dialami indeks Shanghai berkurang 19.35 poin atau 0,65% ke level 2.939,89 dan indeks Straits Times juga turun 22,80 poin atau 0,78% ke level 2.917,63.
Dilaporkan Bloomberg pada akhir pekan kemarin Bank Sentral Jepang tengah mempertimbangkan menerapkan suku bunga negatif dengan program pinjaman institusi keuangan. Sedangkan beberapa investor masih yakin Bank Sentral mungkin akan memilih untuk menjaganya tetap stabil dampak dari suku bunga negatif yang ditetapkan pada 29 Januari lalu.
"Perbedaan suku bunga AS dan Jepang menjadikan yen tanpa momentum. Pengikut momentum dan tren mewakili pasar berjangka dan mungkin melihat ada pergeseran pada reli USD," jelas Kepala Global Strategi Brown Brothers Harriman , Marc Chandler.
Sektor saham dalam negeri hari ini terlihat variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 1,56%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumen yang melemah 0,56%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp395 miliar dengan 504 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp20,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp102,3 miliar dan aksi beli Rp122,4 miliar. Tercatat 94 saham menguat, 56 saham melemah dan 69 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp300 menjadi Rp67.300, PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) naik Rp180 menjadi Rp2.240 serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menguat Rp50 atau 0,7% menjadi Rp6.675.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menyusut Rp110 menjadi Rp1.105, PT Duta Anggada Realty Tbk. (DART) melemah Rp50 menjadi Rp450 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) berkurang Rp50 menjadi Rp7.225.
(akr)
Lihat Juga :