Bappenas Tingkatkan Pengawasan Dana Papua

Selasa, 26 April 2016 - 14:36 WIB
Bappenas Tingkatkan...
Bappenas Tingkatkan Pengawasan Dana Papua
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil menerangkan bakal meningkatkan pengawasan dana Papua, agar terserap dengan baik ke sektor pembangunan. Dia juga mengingatkan dengan dana sebesar Rp61 triliun, ada beberapa hal yang harus diperbaiki terutama pengawasan pengucuran dana tersebut.

"Kalau dilihat dari segi anggaran, Papua itu cukup banyak uangnya. 2016 transfer ke Papua itu Rp61 triliun. Jadi dari segi uang banyak. Tapi masalahnya hasil daripada itu yang perlu kita tingkatkan. Governancennya diperbaiki, pendekatannya diperbaiki, pengawasan akan dana tersebut ditingkatkan. Utamanya itu," kata dia di Jakarta, Selasa (26/4/2016).

(Baca Juga: Bappenas Akan Lakukan Refocusing Anggaran untuk Papua)

Sementara terkait sektor yang akan menjadi andalan, Bappenas merekomendasikan sektor kehutanan meski Papua dikenal dengan potensi sumber daya mineral. "Karena menurut mereka, pada level tertentu atau di atas ketinggian tertentu sudah dianggap konservasi. Padahal di Papua, dengan topografi yang demikian, misalnya 2000-3000 meter itu masih kaki bukit. Tinggi sekali," kata Mantan Menteri BUMN tersebut.

Oleh sebab itu, Bappenas akan merekomendasikan peninjauan kembali terutama soal izin untuk melakukan penelitian atau izin eksplorasi di kawasan hutan dan izin pinjam pakai. Kemudian, selanjutnya, Bappenas juga akan merekomendasikan juga supaya masa untuk eksplorasi hutan diperpanjang.

"Karena kalau diizinkan cuma 6 bulan itu maksimum bisa dipakai cuma sebulan. Karena hujannya tinggi sekali, cuaca cepat berubah. Dengan demikian, maka kita yakin Papua punya potensi tambang mineral lebih banyak daripada sekedar Freeport," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Buka Lowongan Kerja, Yuks Cek Posisi dan Persyaratannya!
Masuk 10 Besar, Tim...
Masuk 10 Besar, Tim PPD Kementerian PPN-Bappenas Mulai Nilai Sulsel
Resiko Kenaikan Tarif...
Resiko Kenaikan Tarif PPN bagi Seluruh Sektor Ekonomi
Menteri PPN/Bappenas...
Menteri PPN/Bappenas Ungkap Pentingnya Reindustrialisasi
Berita Terkini
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
4 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
22 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
32 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved