IHSG Ditutup Anjlok Saat Bursa Asia Variatif
Selasa, 26 April 2016 - 16:50 WIB
IHSG Ditutup Anjlok Saat Bursa Asia Variatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tenggelam cukup dalam ke zona merah sejak sesi pembukaan pagi tadi. IHSG sore ini ditutup melemah 64,77 poin atau 1,33% ke level 4.814,09 di tengah mayoritas pergerakan mixed bursa Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 18,47 poin atau 0,38% ke level 4.860.39 dan pada sesi I tercatat anjlok turun 73,40 poin atau 1,50% ke level 4.805,46. Sementara pada perdagangan kemarin juga menyusut 35,88 poin atau 0,73% ke level 4.878,86.
Dilansir CNBC, Selasa (26/4/2016) bursa saham Eropa bergerak variatif pada hari kedua pekan ini saat indeks Inggris FTSE 100 naik 0,2% diikuti indeks Jerman yang juga mengalami kenaikan dengan besaran yang sama. Sedangkan bursa saham Prancis FCHI tercatat mendatar di tengah bursa Asia yang bergerak mixed.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat jatuh 0,5% ketika indeks Nikkei Jepang melemah 86,02 poin atau 0,49% ke level 17.353,28. Di seberang indeks Kospi sempat goyah sebelum menutup pada tren negatif turun 5,08 poin atau 0,25% ke level 2.019,63.
Adapun pelemahan juga terjadi pada indeks Hang Seng yang menyusut 102,83 poin atau 0,48% ke level 21.407,27 dilanjutkan indeks Shanghai yang menguat sendirian di antara bursa saham utama Asia dengan kenaikan 18,03 poin atau 0,61% ke level 2.964,70.
Faktanya pasar melihat ada kemungkinan terkait kenaikan suku bunga jelang pertemuan The Fed dan Bank Of Japan (BOJ) pekan ini. Para analis mengharapkan Fed tetap menjaga suku bunga acuan, ketika yang lainnya menunggu kebijakan BOJ untuk melonggarkan kebijakan moneter.
"The Fed kemungkinan tidak akan memberikan sinyal terkait potensi kenaikan suku bunga pada Juni, tapi pasar cenderung melihat September sebagai momen yang tepat dengan ekspektasi inflasi," ucap Analis Market IG, Angus Nicholson.
Sektor saham dalam negeri berakhir mayoritas masih tertekan. Sektor yang mengalami pelemahan terdalam adalah infrastruktur yang terjun bebas 2,11% diiringi sektor keuangan turun 1,89% dan sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertanian melonjak 2,63%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,64 triliun dengan 4,00 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp716,5 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,16 triliun dan aksi beli Rp1,44 triliun. Tercatat 99 saham menguat, 223 saham melemah dan 58 saham stagnan.
Pada perdagangan hari ini saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp1.200 menjadi Rp69.200, PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) melonjak Rp55 menjadi Rp1.120 dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) bertambah Rp50 menjadi Rp7.950.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) turun Rp275 menjadi Rp3.300, PT Astra International Tbk. (ASII) melemah Rp150 menjadi Rp7.200 dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) jatuh Rp150 menjadi Rp4.600.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 18,47 poin atau 0,38% ke level 4.860.39 dan pada sesi I tercatat anjlok turun 73,40 poin atau 1,50% ke level 4.805,46. Sementara pada perdagangan kemarin juga menyusut 35,88 poin atau 0,73% ke level 4.878,86.
Dilansir CNBC, Selasa (26/4/2016) bursa saham Eropa bergerak variatif pada hari kedua pekan ini saat indeks Inggris FTSE 100 naik 0,2% diikuti indeks Jerman yang juga mengalami kenaikan dengan besaran yang sama. Sedangkan bursa saham Prancis FCHI tercatat mendatar di tengah bursa Asia yang bergerak mixed.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat jatuh 0,5% ketika indeks Nikkei Jepang melemah 86,02 poin atau 0,49% ke level 17.353,28. Di seberang indeks Kospi sempat goyah sebelum menutup pada tren negatif turun 5,08 poin atau 0,25% ke level 2.019,63.
Adapun pelemahan juga terjadi pada indeks Hang Seng yang menyusut 102,83 poin atau 0,48% ke level 21.407,27 dilanjutkan indeks Shanghai yang menguat sendirian di antara bursa saham utama Asia dengan kenaikan 18,03 poin atau 0,61% ke level 2.964,70.
Faktanya pasar melihat ada kemungkinan terkait kenaikan suku bunga jelang pertemuan The Fed dan Bank Of Japan (BOJ) pekan ini. Para analis mengharapkan Fed tetap menjaga suku bunga acuan, ketika yang lainnya menunggu kebijakan BOJ untuk melonggarkan kebijakan moneter.
"The Fed kemungkinan tidak akan memberikan sinyal terkait potensi kenaikan suku bunga pada Juni, tapi pasar cenderung melihat September sebagai momen yang tepat dengan ekspektasi inflasi," ucap Analis Market IG, Angus Nicholson.
Sektor saham dalam negeri berakhir mayoritas masih tertekan. Sektor yang mengalami pelemahan terdalam adalah infrastruktur yang terjun bebas 2,11% diiringi sektor keuangan turun 1,89% dan sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertanian melonjak 2,63%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,64 triliun dengan 4,00 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp716,5 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,16 triliun dan aksi beli Rp1,44 triliun. Tercatat 99 saham menguat, 223 saham melemah dan 58 saham stagnan.
Pada perdagangan hari ini saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp1.200 menjadi Rp69.200, PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) melonjak Rp55 menjadi Rp1.120 dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) bertambah Rp50 menjadi Rp7.950.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) turun Rp275 menjadi Rp3.300, PT Astra International Tbk. (ASII) melemah Rp150 menjadi Rp7.200 dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) jatuh Rp150 menjadi Rp4.600.
(akr)
Lihat Juga :