Rupiah Dibuka Perkasa di Tengah Kejatuhan Dolar Australia

Rabu, 27 April 2016 - 10:35 WIB
Rupiah Dibuka Perkasa...
Rupiah Dibuka Perkasa di Tengah Kejatuhan Dolar Australia
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka perkasa meninggalkan kisaran level Rp13.200/USD, setelah cukup lama terparkir dalam level tersebut. Penguatan mata uang Garuda ini terjadi saat dolar Australia (AUD) anjlok dan USD masih tertekan terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah pagi ini dibuka menguat ke posisi Rp13.181/USD dan sempat bergerak menjadi Rp13.179/USD pada pukul 10.08 WIB. Posisi ini memperlihatkan rupiah lebih baik dibandingkan sesi penutupan kemarin di level Rp13.205/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah juga dibuka membaik pada level Rp13.173/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi kemarin yang terparkir di level Rp13.215/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka di level Rp13.185/USD, namun kembali ke tren negatif saat pada pukul 10.00 WIB bergerak menuju Rp13.190/USD. Posisi ini tetap membuat rupiah lebih baik dibandingkan sebelumnya di level Rp13.202/USD

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp13.192/USD. Posisi ini terapresiasi dari penutupan sebelumnya yang berakhir di level Rp13.237/USD.

Dilansir Reuters, Rabu (27/4/2016) dolar Australia (AUD) tercatat pada perdagangan hari ini anjlok cukup jauh setelah data inflasi lokal cukup mengejutkan. Sedangkan USD dan Yen cenderung bergerak defensif ketika para investor masih menanti hasil pertemuan antara The Fed dan Bank Of Japan (BOJ).

Dolar Australia mengalami kejatuhan lebih dari 1% ke level 0.7672 terhadap USD setelah data konsumen Australia menunjukkan penurunan 0,2% pada periode Januari-Maret. Ini pertama kalinya sejak 2009, Inflasi Australia jatuh ke level negatif untuk meningkatkan spekulasi bahwa Bank Sentral Australia kemungkinan akan mempertimbangkan pemotongan suku bunga.

Di sisi lain euro terlihat masih berada dalam tren positif di level 1.1309 terhadap USD dan mata uang utama melawan Yen berada pada posisi 126.00. Greenback juga tercatat ada di level 111.18 setelah sempat menyentuh level 110.67.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
6 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
7 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
7 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved