JK Ingatkan Dahsyatnya Krisis Ekonomi 1998

Jum'at, 29 April 2016 - 13:29 WIB
JK Ingatkan Dahsyatnya...
JK Ingatkan Dahsyatnya Krisis Ekonomi 1998
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan agar Indonesia tidak lagi terjebak dalam krisis ekonomi seperti yang terjadi pada 1998 yang dinilainya sebagai krisis paling hebat. Saat itu, seluruh komponen ekonomi dalam negeri tumbuh negatif.

"Indonesia juga pernah mengalami berbagai krisis. Krisis 1997-1998 yang terbesar dialami, terjadi pertumbuhan negatif 15%, inflasi 60%, rupiah tidak terkendali dan tentu harga saham jatuh, walaupun saat itu pasar modal masih tidak sebesar hari ini. Ini diakibatkan antara lain, ketidakhati-hatian mengelola sistem keuangannya," kata JK di Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Dia menuturkan, 10 tahun sebelumnya atau sekitar tahun 1988 adalah kondisi sangat liberal‎ dan mudah untuk membuat bank di Indonesia yang saat itu jumlahnya mencapai 290 bank. Persaingan tidak sehat dalam ekonomi yang tidak terbatas, menjadikan masalah di sistem perbankan 10 tahun kemudian dan terjadi krisis.

"Karena itulah, setelah krisis 2008 lalu yang tidak sebesar 1998, dunia berhati-hati dalam mengelola sistem keuangan. Masalah fundamentalis, tentu perlu dievaluasi ‎seperti itu, lebih berhati-hati," pungkas Wapres.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak Pandemi, Ekonomi...
Dampak Pandemi, Ekonomi RI Resmi Minus 5,32% di Kuartal II/2020
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Merdeka Pak Jokowi!...
Merdeka Pak Jokowi! Ini Saran Pelaku Usaha untuk Ekonomi RI
Sandinomics: Optimistis,...
Sandinomics: Optimistis, Indonesia Mampu Hadapi Krisis Ekonomi Global!
Terungkap! Ini Lho Juru...
Terungkap! Ini Lho Juru Selamat Krisis Ekonomi RI
Waspada, Dampak Krisis...
Waspada, Dampak Krisis Ekonomi Singapura Menjalar ke RI
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
11 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved