Kemenaker Genjot Peningkatan Kualitas Pekerja Terampil

Sabtu, 30 April 2016 - 16:13 WIB
Kemenaker Genjot Peningkatan...
Kemenaker Genjot Peningkatan Kualitas Pekerja Terampil
A A A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengatakan sedang memprioritaskan afirmatif action untuk membuat pekerja yang hanya lulusan di bawah Sekolah Menengah Atas (SMA) bisa mendapatkan gaji tinggi. Hal ini menurutnya dilakukan agar upah pekerja tidak lagi diukur berdasakan pendidikan semata.

Afirmatif action yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan skill mereka di dalam bidang tertentu yang mereka tekuni, agar nantinya mereka dapat bersaing dan mendapatkan upah yang lebih layak ketimbang mereka yang tidak memiliki pengalaman.

"Kami sedang fokuskan ke afirmatif action bagaimana pemerintah memikirkan para pekerja yang mayoritas tingkat pendidikannya SMA ke bawah, ini tidak stay dengan pengupahan yang dihargai dengan tingkat pendidikan. Maka harus ada afirmatif action untuk meningkatkan skill mereka sehingga rangenya lebih tinggi," jelas Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Kemenaker Haiyani Rumondang di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).

Tak hanya itu dia juga menerangkan nantinya akan ada sertifikasi yang berpengaruh pada struktur skala upahnya dimana akan berubah dan menjadi lebih tinggi. "Jadi tidak dihargai menurut tingkat pendidikan. Jika Anda SD, maka upahnya juga harus setara dengan yang lulusan SD. Tidak bisa," sambung dia.

Dia menambahkan selanjutnya yang menjadi fokus dari pemerintah adalah peningkatan keterampilan kompetensi dan percepatan sertifikasi. "Ini harus kami lakukan dengan cepat karena berpengaruh terhadap lapangan kerja yang dari tahun ke tahun akan terbentuk," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
Pandemi Covid-19, Partisipasi...
Pandemi Covid-19, Partisipasi dan Peran Pekerja Perempuan Perlu Ditingkatkan
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Pandemi Belum Kelar,...
Pandemi Belum Kelar, ASEAN Skills Competition Diundur hingga Tahun 2023
Usaha Mikro Serap 70%...
Usaha Mikro Serap 70% Tenaga Kerja, Menaker Genjot Pelatihan Kewirausahaan
Perkuat Pencari Kerja,...
Perkuat Pencari Kerja, PKSS Gandeng Universitas Sriwijaya
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
6 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
6 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
7 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
7 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
8 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
8 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved