PLTA Peusangan 88 MW Terkendala Pembebasan Lahan

Minggu, 01 Mei 2016 - 17:04 WIB
PLTA Peusangan 88 MW...
PLTA Peusangan 88 MW Terkendala Pembebasan Lahan
A A A
JAKARTA - PT PLN ( Persero) terus berupaya meningkatkan pelayanan listrik bagi masyarakat, di antaranya dengan upaya menyelesaikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 88 Mega Watt (MW).

PLTA Peusangan 88 MW ini rencananya akan menjadi pembangkit listrik terbesar di Aceh yang memanfaatkan energi baru terbarukan. Saat ini pembangunan PLTA telah mencapai 56,7% dan ditargetkan akan perkuat sistem Aceh pada 2019.

Selain pembangunan PLTA Peusangan, PLN juga tengah membangun transmisi yang menjadi penghubung antara Bireuen dengan Takengon dan membangun jaringan distribusi di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireun.

Pembangunan jaringan distribusi tersebut telah selesai 100%. Pembangunan transmisi Bireun-Takengon merupakan bagian sangat penting dalam proses penyaluran energi yang nantinya akan dibangkitkan oleh PLTA Peusangan.

Dalam rangka proses percepatan pembangunan pembangkit dan transmisi ini PLN mengalami kendala dalam pembebasan lahan. Hingga Maret tercatat dari total 246 Ha lahan yang diperlukan, seluas 209 ha di antaranya telah dibebaskan. Sedangkan untuk SUTT 150 kV Bireun Takengon, dari 203 tower transmisi yang ditargetkan, sampai April 2016 PLN baru berhasil membebaskan lahan untuk 119 tower transmisi, sementara 84 masih dalam proses pembebasan lahan.

Beberapa permasalahan yang harus dihadapi dalam pembebasan lahan PLTA dan Transmisi ini yakni sengketa kepemilikan tanah yang tidak kunjung selesai dan penetapan harga tanah oleh apraisal baru selesai pada Juni 2015.

Pembebasan lahan ini menjadi satu titik yang menghambat pembangunan pembangkit dan transmisi secara keseluruhan, untuk itu pihaknya berharap peran serta seluruh stakeholder terkait untuk segera mengatasi permasalahan pembebasan lahan ini.

"Kami juga optimis dengan bantuan Perpres No 4 tahun 2016 terkait percepatan infrastuktur kelistrikan, masalah ini akan segera teratasi" ujar Manager Senior Public Relations PLN Agung Murdifi, Minggu (1/5/2016).

Selain masalah pembebasan lahan, dalam proses pembangunan PLTA Peusangan dan transmisi Bieruen-Takengon, PLN juga menghadapi beberapa kendala, di antaranya kondisi geologi terowongan yang kurang baik, sehingga proses penggalian memerlukan waktu lama dan diperlukan perubahan metode kerja.

Lokasi Underground Powerhouse yang berada di daerah patahan bumi Semangko pun mengakibatkan perlu diadakannya penelitian ulang termasuk perubahan desain peta rancangan.

"Personil kami di lapangan saat ini bekerja ekstra keras untuk segera menyelesaikan hambatan yang terjadi, karena kami ingin menyelesaikan seluruh proses pembangunan sesuai target," tambah Agung.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kapasitas PLTA Malea...
Kapasitas PLTA Malea Akan Ditambah Hingga 315 Megawatt
Pakai Sistem Water Waste,...
Pakai Sistem Water Waste, Pakar Sebut PLTA Batang Toru Tak Rusak Lingkungan
Presiden Joko Widodo...
Presiden Joko Widodo Resmikan Pengoperasian PLTA Poso dan PLTA Malea
Akademisi Dukung PLTA...
Akademisi Dukung PLTA Batang Toru di Tapsel Segera Beroperasi
Resmikan PLTA Poso dan...
Resmikan PLTA Poso dan PLTA Malea, Jokowi Merasa Sangat Senang
Presiden Jokowi Datang...
Presiden Jokowi Datang Langsung Resmikan PLTA Poso dan PLTA Malea
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
24 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Densus 88 Buru 3 Buronan...
Densus 88 Buru 3 Buronan Terduga Teroris Pembuat Bom di Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved