Euro Menguat, Rupiah Sore Ini Ditutup Membaik

Senin, 02 Mei 2016 - 17:04 WIB
Euro Menguat, Rupiah...
Euro Menguat, Rupiah Sore Ini Ditutup Membaik
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan ini ditutup menguat atau membaik dari posisi pembukaan tadi pagi di tengah menguatnya euro terhadap USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp13.159/USD dengan kisaran Rp13.150-Rp13.209/USD. Posisi itu tercatat menguat jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.180/USD.

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.180/USD. Posisi ini terlihat menguat tipis dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.187/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.192/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.204/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.175/USD dengan kisaran harian Rp13.175-Rp13.198/USD. Posisi tersebut membaik dari pembukaan tadi pagi di posisi Rp13.198/USD meski masih tercatat melemah dibanding penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.165/USD.

Dilansir dari Reuters hari ini, euro menguat terhadap USD ke level 1,1465 setelah menyenggol ke posisi tertinggi dalam 6 bulan di level 1,1481. Sementara, indeks USD terhadap beberapa mata uang lainnya 0,1% lebih rendah di posisi 92,88.

Sementara, USD terhadap yen sedikit membaik di level 106,51 setelah sebelumnya jatuh di level 106,14 atau terdalam sejak Oktober 2014. Pekan terburuk terhadap yen sejak krisis keuangan 2008 setelah Bank of Japan memutuskan untuk tidak melakukan langkah-langkah stimulus baru dalam pertemuan kebijakan Kamis pekan kemarin.

"Awal bulan baru tidak berarti tren baru. Secara teknis USD melemah. Federal Reserve mengakui perbaikan yang berkesinambungan dalam pasar tenaga kerja. Masalahnya adalah bahwa hal itu belum diterjemahkan ke konsumsi yang kuat, dan investasi bisnis tetap lembut," kata Marc Chandler, kepala strategi mata uang global di Brown Brothers Harriman di New York.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
9 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
9 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
9 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
9 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
11 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved